logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 NASIONAL
Line

Pantai Ayah dan Logending Porak Poranda

KEBUMEN - Gelombang pasang setinggi enam meter sore kemarin memorakporandakan kawasan Pantai Selatan Kebumen. Dua anak di muara Kali Suwuk Pantai Karangbolong tewas dihantam ombak.

Kondisi terparah terjadi sejak Pantai Logending Ayah ke timur hingga Pantai Karangbolong. Di Pantai Logending, kawasan objek wisata dan tempat pendaratan ikan berantakan. Ratusan perahu hilang. Kios dan warung hancur disapu ombak.

Di Pantai Karangduwur, sebelah timur Logending, sekitar 500 perahu nelayan hancur dan berantakan. Adapun di Pantai Pasir, sebelah barat Karangbolong, sekitar 200 perahu nelayan rusak parah dan sebagian hilang ditelan ombak.

Menurut saksi mata warga Desa Tambakmulyo Puring, gelombang yang datang tiga kali itu menjangkau sampai sejauh 500 meter dari pantai. Akibatnya, beberapa rumah dan warung roboh. Bahkan sebelas sepeda motor milik para pemancing dan pelancong ditemukan di kawasan pantai tersebut.

Belum diketahui jelas nasib pemilik sepeda motor itu. Petugas Polres Kebumen bersama masyarakat dan PMI Cabang yang tiba di lokasi petang kemarin segera melakukan pencarian. Namun hingga pukul 20.15 pencarian dihentikan karena cuaca gelap dan ombak masih besar.

Wakapolres Kompol Drs Moch Fahrurrrozi Dipl QM ditemui Pantai Karangbolong semalam menjelaskan, untuk sementara evakuasi dihentikan. Mengingat, gelombang laut masih tinggi dan kondisi lapangan sangat gelap.

Adapun sebelas sepeda motor itu diamankan di Polsek, sebagian masih di bibir pantai. Dia belum bisa memastikan, apakah sebelas pemilik sepeda motor itu selamat, bisa menyingkir atau tergulung ombak.

Apalagi saat kejadian sore hari di sepanjang muara Kali Suwuk dari Jembatan Karangbolong sampai bibir pantai banyak para pemancing. ''Kami akan melanjutkan pencarian besok pagi,'' tandas Wakapolres.

Mengungsi

Sementara itu, sejak petang hingga tadi malam ratusan warga yang tinggal dekat pantai mengungsi ke lokasi yang dianggap aman. Sebagian lari ke gunung atau dataran tinggi, sebagian mengungsi ke balai desa dan kecamatan.

Sarbini (45) bakul ikan warga Desa Jladri Kecamatan Buayan yang tinggal sekitar dua kilometer dari pantai menyatakan, sore itu dia tengah berada di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Pantai Pasir, Kecamatan Ayah.

Sekitar pukul empat sore mendengar bunyi glung seperti bom setelah didahului dua kali terasa gempa. Tak berapa lama, air surut dan disusul gelombang besar. Ia pun menyingkir serta lari pulang ke Desa Jladri. ''Kami panik ingat anak istri di rumah,'' tandasnya saat ditemui di pengungsian Balai Desa Jladri.

Camat Puring Sumarno SSos di Pantai Suwuk menjelaskan, jumlah keluarga di Dusun Suwuk, desa yang paling dekat Pantai Karangbolong itu ada sekitar 300 keluarga. Namun yang dipastikan hilang bernama Umi (10), anak pemilik warung Ny Rohayat.

Adapun di Desa Rangkah Kecamatan Buayan, seorang wanita bernama Endang (11) ditemukan tewas di tepian Sungai Suwuk. Anak tersebut saat kejadian tengah bermain di muara sungai tersebut.

Sementara itu, Pangat (46) warga Desa Semampir Buayan mengisahkan, saat kejadian familinya bernama Slamet Wahyudi dan istrinya, Siti Kothimah, dan anaknya bernama Rizki, tengah melancong ke Pantai Karangbolong.

Saat datang ombak besar mereka bertiga saling berpegangan pada pohon dan bisa selamat. Setelah itu mereka bertiga lari ke utara. Sepeda motor Honda Supra milik keluarga tersebut ditinggal, namun semalam bisa ditemukan.

Ketua PMI H Budi Utomo SH didampingi Subadiyo mengungkapkan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa korban jiwa. Namun melihat laporan dari kawasan pantai nelayan di tiga lokasi (Logending, Karangduwur, dan Pasir Kecamatan Ayah), diperkirakan korban jiwa dari nelayan juga ada.

Untuk sementara dapur umum PMI didirikan di Kecamatan Puring dan Balai Desa Jladri Buayan. Di dua lokasi itu ada kurang lebih 400 pengungsi warga sekitar pantai baik anak-anak maupun orang tua.

Waspadai Sesar

Sejak terjadi gelombang tsunami setinggi enam meter hingga semalam, warga di kawasan pantai selatan Kebumen panik. Hingga pukul 22.00 ribuan orang dari Kecamatan Ayah, Buayan, dan Puring eksodus ke arah utara.

Di sepanjang jalan Puring-Petanahan, banyak orang tua dan nenek membawa anak-anaknya berjalan cepat ke arah utara atau menjauh dari pantai. Bahkan di desa yang berjarak sekitar enam kilometer dari Pantai Karangbolong pun banyak warga mengungsi. Banyak pula yang berkumpul di luar rumah dan tepi jalan untuk mencegat kendaraan atau berjalan kaki. Bahkan di Aula Kantor Kecamatan Puring makin lama makin padat dihuni pengungsi. Sementara itu, Jalan Karangbolong-Gombong sesudah Kecamatan Buayan juga makin banyak warga mengungsi ke arah utara.

Menurut Priyo Raharjo, di Desa Ayah atau kawasan Pantai Logending, warga berlarian setelah panik melihat gelombang laut naik setinggi lebih tiga meter. Mereka sangat khawatir dengan datangnya tsunami susulan yang diperkirakan bisa menjangkau permukiman penduduk.

Sementara itu, di desa-desa perbukitan pantai selatan, seperti Desa Karangduwur, Pasir, dan Srati, warga juga dilanda kepanikan dan menyingkir ke lokasi yang lebih tinggi. Sebagian besar warga di pantai selatan itu adalah nelayan dan sebagian lagi penderes kelapa.

Sesar Kebumen

Peneliti geologi pada UPT LIPI Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) Karangsambung Ir Chusni Anshori MT mengemukakan, melihat pusat gempa di selatan Pangandaran, memang bisa dimengerti bila arah gelombang tersebut ke timur sampai wilayah selatan Kebumen.

Menurut Chusni, merujuk data geofisika, memang sesar Kebumen itu arahnya ke barat daya dan ke timur laut. Bila ada sumber gempa di selatan, dimungkinkan daerah pantai selatan terjadi tsunami atau gelombang pasang dan itu yang harus diwaspadai.

Dia pun bisa memahami bila kondisi yang parah di selatan Kecamatan Ayah sampai Karangbolong. Sebenarnya di Pantai Karangbata Kecamatan Ayah ada bukit yang bisa menahan gelombang dan kemudian ombak bisa menjauh ke timur lagi.

Chusni juga mengingatkan, sesar Kebumen tersebut bertemu dengan lempeng kawasan Karangsambung yang menampakkan batuan dasar laut. Karena itu, bila terjadi sumber gempa di pantai selatan, bisa jadi mengarah ke Karangsambung yang terletak 18 kilometer utara Kebumen.

Adapun Kepala UPT BIKK Karangsambung Dr Munasri menuturkan, bisa saja gempa susulan diikuti gelombang pasang masih terjadi. Karena itu, pihaknya mengimbau warga di dekat pantai selatan untuk sementara menyingkir.

Wakil Bupati KH M Nashiruddin AM semalam juga menuju Pantai Karangbolong. Pemkab membuka posko di dua lokasi dan menginstruksikan pencarian korban yang belum ditemukan mulai Selasa pagi ini. (B3-64v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA