| Selasa, 18 Juli 2006 | NASIONAL |
Tiang Payung Elektrik DipasangSEMARANG -Tiang-tiang payung elektrik di Masjid Agung Jawa Tengah mulai dipasang, kemarin. Pemasangan itu ditargetkan selesai 2 Oktober mendatang, sebelum diserahkan kontraktor kepada Pemprov. Meski demikian, akibat lalu lalang kendaraan berat yang mengangkut tiang bertonase berat tersebut, sejumlah lantai di hal masjid menjadi rusak. Lantai keramik yang beberapa waktu lalu masih mulus, kini terlihat ambles. ''Sebelum diserahkan, tanggung jawab kerusakan ada pada kontraktor. Karena itu, jangan sampai akibat kerusakan itu menjadi alasan serah terima molor lagi, seperti serah terima yang mestinya Maret tahun lalu karena payungnya belum siap. Kalau ingin memperbaiki, jangan sampai merusak bangunan yang sudah ada,'' ujar anggota Komisi D DPRD Jateng, Mahmud Mahfudz, kemarin. Dia menambahkan, Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Kimtaru) Jateng mestinya juga ikut bertanggung jawab. Kerusakan itu akan menguras dana tambahan dan energi yang tidak sedikit untuk memperbaikinya. Apalagi proses pengangkutan cukup lama. Satu tiang pancang diperkirakan berbobot tujuh ton. Padahal ada enam tiang pancang yang digunakan. Hal senada disampaikan anggota komisi D dari Fraksi PAN, M Riza Kurniawan. Menurutnya, apabila amblesnya jalan dinilai sebagai pekerjaan yang menyimpang dari bestek, bisa saja diambil langkah hukum. Hal itu perlu mendapatkan kajian menyeluruh. Wakil Ketua Komisi D, HM Endro Suyitno menjelaskan, pengelolaan proyek adalah tanggung jawab pimpinan proyek. Payung yang ada, nantinya cukup kuat untuk melindungi akibat pengaruh hujan dan panas. Akan tetapi, desainnya otomatis akan menutup pada kondisi hujan sangat deras dan angin kencang sebagai mekanisme pengamanan. (H12,G17-46a) |