| Selasa, 18 Juli 2006 | SEMARANG |
Tas Pasien Dikuras PencuriSEMARANG - Bisa dibayangkan betapa geramnya Urip (47) warga Kranji Muntang, Kranji, Purwokerto, kemarin. Bagaimana tidak, saat menunggui istrinya, Kurniyati (42), dioperasi di RSUP Dokter Kariadi, kemarin, uang di dalam tas miliknya dikuras pencuri. Akibatnya, korban mengalami kerugian Rp 800.000. Kendati kerugian yang dialaminya tak terlampau besar, tetapi uang itu bagi Urip sangat berarti. Sedianya uang tersebut akan digunakan untuk menebus obat dan membayar biaya perawatan istrinya. Kurniyati beberapa hari ini dirawat di Ruang Kepodang rumah sakit itu lantaran mengidap kanker rahim. Terlebih uang itu adalah satu-satunya barang berharga yang masih tersisa. Korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Mapolwiltabes Semarang. Kasus tersebut bermula saat istri korban akan menjalani operasi. Dirinya saat itu mengikuti dari belakang saat istri tercintanya itu dibawa keluar kamar rawat inap menuju ruang operasi. Karena tak ada sanak saudara, seluruh barang bawaan ditinggal di Ruang Kepodang, tempat istrinya dirawat inap. Beberapa saat lamanya dia setia menunggui Kurniati. Begitu operasi selesai, korban kemudian kembali ke ruang rawat inap. Ketika bermaksud mengambil uang yang disimpan di dalam tas, Urip kaget bukan kepalang. Pasalnya, uang yang diselipkan di dalam dompet yang dimasukkan ke dalam tas telah raib. Beberapa tempat diperiksa secara teliti. Namun tetap saja, uang yang dimaksud tak ditemukan. Ketika ditanyakan ke beberapa pasien yang ada di ruangan, tak ada yang tahu. Jawaban serupa juga ditemukan saat menanyakan ke petugas jaga. Dirinya sempat mengungkapkan kekesalannya pada sistem keamanan rumah sakit. Sebab tas yang ditaruh di ruangan harusnya aman dari tangan-tangan jahil. Karena jengkel dengan ulah orang tak bertanggung jawab itu, korban melaporkan pencurian yang kerap terjadi di rumah sakit milik pemerintah itu ke polisi. Dirinya berharap agar kasus serupa tidak terjadi pada pasien lain. "Sudah bingung ada keluarga sakit, kami masih ditambahi dengan kehilangan barang berharga," keluh korban usai memberikan laporan ke petugas SPK Mapolwiltabes Semarang. (H21-62) |