logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 SEMARANG
Line

Polisi Ragukan Laporan Perampokan

SEMARANG SELATAN - Kasus perampokan yang terjadi di rumah Priyo Sigit Anggoro (28), warga Jl Bukit Soka Bukitsari, Semarang, kini masih didalami petugas kepolisian. Aparat Polres Semarang Selatan tengah menyidik keterangan saksi, Maryati (37), pembantu di rumah korban. "Pendalaman yang kami lakukan yaitu mengecek silang dengan keterangan korban dan saksi-saksi lain. Sebab dari hasil penyidikan sementara, keterangan yang diberikan Maryati ada yang meragukan. Banyak yang tak masuk akal," kata Kapolres AKBP Drs Abdul Hafidh Yuhas melalui Kasat Reskrim AKP Nyoman Garjita, ketika dihubungi, Senin (17/7).

Hal tersebut membuat penyidik harus bekerja ekstrakeras untuk mengungkapnya. Seperti diberitakan kemarin, rumah Priyo disatroni dua perampok. Mereka melakukan aksi dengan mengendarai sepeda motor jenis bebek. Mereka menyekap pembantu rumah rumah tangga yang baru bekerja 15 hari itu di ruang tengah.

Tangan pembantu itu diikat, sedangkan mulut dan matanya dilakban. Perampok kabur setelah menyikat 100 gram perhiasaan milik korban. Namun ketika petugas melakukan olah TKP, beberapa kejanggalan ditemukan. Di antaranya, perampok justru memilih rumah korban yang berada di gang buntu. Biasanya, kebanyakan perampok lebih memilih lokasi strategis sehingga mudah kabur.

Lebih-lebih saat kejadian, tetangga korban ada yang masih di luar rumah. Selain itu, barang bukti berupa lakban, disanggah korban. Padahal kepada polisi Maryati mengatakan lakban tersebut milik majikannya. Kejanggalan lain adalah barang yang diambil perampok hanya perhiasan. Padahal di rumah tersebut banyak barang berharga, tapi tak dibawa kabur.

Mengenai dugaan keterlibatan pembantu atau orang dalam, polisi belum berani mengambil kesimpulan ke arah itu. Pasalnya, beberapa keterangan saksi dan bukti-bukti pendukung belum mencukupi. Kendati demikian, Garjita mengungkapkan, penyidik sudah paham dengan kasus-kasus seperti itu.

"Kami punya trik hingga memudahkan untuk membedakan antara keterangan yang benar-benar dialami dan dilihat, atau sekadar rekayasa," kata Garjita.

Dalam penyidikan kasus tersebut, petuags lebih memfokuskan pada keterangan Maryati. Tetangga korban yang mengaku melepas sekapan pembantu tersebut juga sudah dimintai keterangan karena dia adalah satu-satunya saksi yang melihat dua perampok tersebut. (H21,D12-18n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA