logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 SEMARANG
Line

Pengapon untuk Grosir Buah

SEMARANG TENGAH - Pedagang grosir buah di Pasar Yaik meminta Pemkot membangun pasar baru di Pengapon, sedangkan pasar lama yang mereka tempati saat ini digunakan untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut.

Ny Suradi, pedagang grosir buah di Pasar Yaik, Senin (17/7), menyatakan pernah menyampaikan permintaan itu ke Pemkot. ''Namun ketika kami tanyakan lagi kepada Pak Wali Kota, beliau menjawab lupa,'' kata dia. Menurutnya, jawaban tersebut tidak memuaskan pedagang grosir buah. Sebab, mereka saat ini benar-benar membutuhkan tempat baru yang lebih baik.

Lokasi pasar baru yang diharapkan pedagang itu berada di lahan milik PT KA Jl Pengapon. Lokasi tersebut dipilih karena mudah dijangkau. Selain dekat dengan Pelabuhan Tanjung Emas, juga mudah dijangkau dari Jl Pengapon dan Jl Ronggowarsito.

Selama itu, lahan tersebut hanya berupa rawa-rawa yang dijadikan kebun kangkung oleh warga. Ny Suradi mengatakan, jumlah pedagang grosir buah di Pasar Yaik saat ini sekitar 60 orang. Untuk menampung pedagang sebanyak itu, diperlukan lahan lebih kurang 10 hektare. ''Bangunannya tak perlu bertingkat. Cukup satu lantai saja,'' kata dia.

Lantai II Pasar Yaik yang mereka tempati, dinilai tidak mencukupi lagi. Selain itu, lahan untuk bongkar muat terlalu sempit. Bongkar muat barang pada siang hari akan menimbulkan kesan semrawut.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pasar Kota Tommy Yarmawan Said menyatakan sudah menerima permintaan para pedagang itu. ''Kami sudah menerima permintaan itu, dan akan dikaji,'' kata dia.

Menurutnya, permintaan pedagang pasar grosir buah Yaik itu tidak bisa serta-merta bisa dipenuhi. Salah satu persoalannya, lahan yang diminta pedagang tersebut milik PT KA. ''Apa mungkin PT KA mau melepas lahan itu,'' kata dia.

Namun dia mengatakan, jika keinginan pedagang itu bisa diwujudkan maka lahan di Yaik yang selama ini mereka tempati akan lowong. Tempat dasaran itu kelak bisa digunakan untuk menata para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sekitar pasar. (G6-56n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA