| Selasa, 18 Juli 2006 | SEMARANG |
Renungan dan Nostalgia Bersama Ebiet
SEBAGIAN pengunjung mengeluh karena sudah tidak sabar ingin menyaksikan konser Ebiet G Ade, malam itu. Sementara peragaan busana oleh sejumlah model dara cantik nan anggun gemulai masih berlangsung. Beberapa selingan acara lain di atas panggung itu pun dalam frame of reference mereka juga tidaklah penting. Para pengunjung di taman wisata keluarga New Bandungan Indah Diva land (NIBDL) tampaknya ingin segera bernostalgia dengan sang maestro lagu balada Indonesia, Ebiet G Ade. Keinginan itu wajar, karena pada Minggu (16/ 7) malam, jadwal kegiatan penggalangan dana untuk Yogya dan Jateng di NIBDL tersebut molor. Ebiet yang rencananya tampil pukul 22.00 mundur lebih dari satu jam. Sebelumnya, kelompok musik terapi jiwa Jayagatra Ungaran pimpinan Anwar Hudaya juga membawakan beberapa lagu ciptaannya. Urat kerinduan pengunjung pada lengkingan suara emas Ebiet dan lirik-lirik puitisnya masih harus ditahan. Tiga pelukis asal Ungaran diberi kesempatan unjuk kebolehan menggambar batik. Ayunan kuas mereka tergores di pakaian polos yang dikenakan sejumlah model Exist's Bayu Ramli. Ilustrasi instrumentalia Yani mewarnai kemeriahan acara malam itu. Begitu aksi pelukis usai, panitia masih menggelar lelang baju desainer Ina Priyono Semarang. Untuk menghibur pengunjung, Jamal dan Drakula membawakan acara tersebut dengan banyolan khasnya. Begitu lelang selesai, gemuruh suka tergambar dari para hadirin. Dan, ketika Ebiet mulai pemanasan memainkan gitarnya permintaan lagu pun mengalir. ''Camelia!.. Elegi Esok Pagi!.. Kupu-kupu Kertas!.. Berita kepada Kawan,'' pinta mereka. Ebiet pun tersenyum. ''Iya mari kita merenung dulu dengan lagu 'Untuk Kita Renungkan'...,'' ucap Ebiet. Petikan gitar, liukan suara khas, dan lirik puisi lagu Ebiet seolah membius penonton. Bernostalgia Kota Yogya memiliki makna tersendiri bagi penyanyi berkacamata itu. Di Kota Pelajar tersebut, Ebiet muda berteman dengan Emha Ainun Nadjib dan seniman lain. ''Saat ini saya juga bernostalgia dengan Mas Eko Tunas dan Anwar Hudaya. Kami pernah bersama-sama sewaktu di Yogya,'' kenang Ebiet. Tak ayal, gempa tektonik yang melanda Yogya dan sekitarnya membuatnya haru dan terkenang. Anwar yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja setempat tampil cukup energik dengan para awak Jayagatra. Sesaat mengenang Yogya, lagu abadi ''Berita kepada Kawan'' pun meluncur dari bibir Ebiet. Lagu tersebut sebenarnya lagu terakhirnya. Tetapi para penggemarnya ''memaksa'' sang legenda untuk menyanyikan lagi sebuah tembang. Sekitar lebih dari tujuh lagu dibawakan Ebiet malam itu. Masyarakat, pengusaha, pejabat pemerintah, dan tamu undangan lain cukup terhibur dengan penampilan Ebiet. Bupati Semarang Bambang Guritno yang duduk di barisan kursi terdepan dalam sesi lelang membeli dua busana muslimah desain Ina Priyono. Selain itu dua pakaian yang dilukis langsung oleh perupa Ungaran. Berdasar informasi, laku dengan harga masing-masing Rp 500.000. (Rony Yuwono-16s) |