logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 SEMARANG
Line

Kantor Kelurahan Noborejo Diacak-acak Pencuri

SALATIGA - Kantor Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, Sabtu (15/7), disatroni pencuri. Satu unit CPU, sebuah mesin ketik, dan kalkulator raib. Selain itu, uang kas kelurahan juga lenyap. Padahal, uang tersebut merupakan sumbangan administrasi warga selama sepekan.

Kejadian ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, pada Agustus 2004 lalu, satu unit komputer juga dibawa lari pencuri. Sholeh (34), staf kelurahan, mengetahui kantor kelurahan telah diacak-acak pencuri sekitar pukul 5.30. Seperti biasa, dia berangkat pagi-pagi untuk membersihkan kantor dan menyiapkan segala keperluan kelurahan.

Saat membuka kantor, ruang kepala kelurahan dan seksi pemerintahan telah terbuka. Dia melihat semua acak-acakan, terlebih ruangan seksi pemerintahan. Kemudian, dirinya mencoba ke ruang komputer. Ternyata kondisi ruangan itu sama bahkan satu CPU hilang.

Melihat kantor dimasuki pencuri, Sholeh langsung melapor ke petugas Babinkamtibmas kelurahan, lalu ke Polsek Argomulyo. Tidak lama kemudian, petugas datang. Kerugian ditaksir Rp 5 juta. Dia menduga pencurian itu dilakukan lebih dari dua orang, dengan cara merusak pintu samping kantor.

Heran

Sholeh merasa heran atas aksi pencurian tersebut. Sebab, pencuri bisa menjebol pintu teralis ruang komputer. Padahal, Jumat (14/7), dia sudah mengunci semua pintu teralis. Meski demikian, pencuri tetap bisa masuk ruang komputer.

Selama ini, kantor kelurahan memang tidak dijaga. Berhubung rumahnya dekat, Sholeh dan istri membiasakan diri setiap malam mengontrol kantor. Namun malam itu tidak ada yang mencurigakan.

Kantor Kelurahan Noborejo memang berada di pinggir desa. Sebelah kanan bangunan itu hanya TK, sedangkan sebelah kiri dan belakang adalah perkebunan milik masyarakat. Depan kantor, merupakan jalan desa yang terkadang sepi dari lalu-lalang warga.

Lurah Noborejo Noer Achmadi ketika dihubungi sangat berharap polisi mampu menangkap pelaku. Sebab kasus pencurian yang pertama pun sampai sekarang tidak jelas. ''Kalau yang pertama tidak tertangkap, mungkin mereka akan melakukan hal yang sama lagi di kantor ini,'' tutur dia.(dky-37m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA