logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 SEMARANG
Line

Masih Rendah, Kesadaran Membuat Fermentasi Rumput

  • Peternak Sapi Perah Terancam Terpuruk

UNGARAN - Pada saat musim hujan, kesadaran peternak sapi perah di Kabupaten Semarang untuk membuat fermentasi rumput dan jerami masih rendah. Tak urung, memasuki musim kemarau ini produksi susu sapi perah di daerah itu terancam menurun dari segi jumlah dan kualitas. Hal itu disebabkan komponen makanan tumbuhan hijau yang kurang diperhatikan. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, bukan tidak mungkin petani susu semakin terpuruk.

Di kabupaten ini terdapat lima kecamatan produsen susu sapi perah terbesar yaitu Tengaran, Getasan, Pabelan, Tuntang, dan Ungaran Timur. Agus Warsito, pengelola Koperasi Serba Usaha (KSU) Andini Luhur mengatakan di Kecamatan Getasan saat ini belum terjadi penurunan produksi susu secara signifikan. ''Saat ini belum terasa. Tetapi nanti di pertengahan kemarau biasanya peternak sapi perah bisa jadi mencari tumbuhan hijauan sampai ke Rawapening,'' kata dia, Senin (17/7).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Ir Bambang Triwahono MM melalui Kabid Keswan dokter hewan Bambang Sutrisno menjelaskan, di Getasan sudah terjadi penurunan produksi meski dalam taraf kecil. ''Musim kemarau memengaruhi produksi air susu sapi sebab makanan dari zat hijau daun atau tumbuhan berkurang,'' terang dia, kemarin.

Menurutnya, di Kecamatan Tengaran, Pabelan, Tuntang, dan Ungaran Timur kemungkinan juga akan mengalami hal yang sama dengan Getasan, bahkan bisa jadi lebih parah. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada peternak agar memerhatikan komponen makanan. ''Jika kekurangan pakan dari rumput biasanya mereka menggunakan konsentrat dan bekatul.''

Amoniasi Jerami

Bambang Sutrisno mengatakan, meski tanpa biaya mahal, kesadaran peternak untuk membuat fermentasi (pengawetan) rumput masih rendah. ''Menjelang musim kemarau ini kami sudah sering ingatkan peternak, tetapi tampaknya kurang diperhatikan,'' tegasnya.

Dia menjelaskan, fermentasi rumput dan amoniasi jerami bagus untuk ternak saat musim kemarau ini. Dengan begitu, peternak tidak kesulitan mencari bahan pakan. ''Ke depan akan ada pasar global, yakni produksi susu luar negeri bisa masuk ke Indonesia. Kalau kita tidak jeli dan kurang memerhatikan maka akan kalah bersaing dalam kualitas dan kuantitas susu sapi,'' paparnya.

Untuk menjaga kualitas dan kuantitas air susu sapi, Disnakan mengadakan penyuluhan di tiga KUD yaitu Getasan, Tengaran, dan Pabelan. ''Partisipasi peternak ternyata cukup bagus. Dalam waktu dekat kami juga akan melakukan penyuluhan di KUD Tuntang dan Ungaran,'' jelas Bambang. (H14-16d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA