logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 SEMARANG
Line

Anggaran Jalan Purwodadi-Solo Diminta Tidak Dikurangi

GROBOGAN - Warga Grobogan meminta Gubernur, Dinas PU Bina Marga, dan DPRD Jateng supaya tidak mengurangi alokasi perbaikan jalan Purwodadi - Solo dari alokasi Rp 1,7 miliar. Dana tersebut dianggarkan melalui perubahan ABPD 2006. ''Jalur itu layak mendapat alokasi agak besar karena kondisinya sudah rusak,'' kata Hartadi (31), warga Purwodadi, kemarin.

Ia mengatakan hal itu, menanggapi rencana Pemprov dan DPRD Jateng mengambil alokasi perbaikan jalan Purwodadi-Solo Rp 500 juta yang didapat dari perubahan APBD I 2006 untuk rekonstruksi fasilitas umum di Klaten yang rusak akibat gempa 27 Maret lalu.

Dikatakannya, tanpa gempa, jalan Purwodadi-Solo itu selalu dalam keadaan rusak seperti terkena bencana. Bahkan antara perbaikan dan tingkat kerusakannya selalu lebih besar kerusakannya. Pada tahun 2006 ini jalan tersebut tidak mendapatkan anggaran perbaikan dari APBD I murni, kecuali hanya tambal sulam yang anggarannya kurang dari Rp 500 juta. Karena itu, pada perubahan anggaran APBD I 2006 dianggarkan perbaikan Rp 1,7 miliar. Namun dengan alasan dana untuk rekonstruksi korban gempa di Klaten kurang, akhirnya anggaran yang dialokasikan itu diambil Rp 500 juta.

''Seharusnya, alokasi perbaikan jalan provinsi di Grobogan itu ditambah lebih banyak lagi. Sebab, tingkat kerusakannya jauh lebih parah dibanding dengan daerah-daerah tetangga. Bukan dikurangi dengan alasan seperti itu. Ingat, investor enggan masuk daerah ini hanya gara-gara infrastrukturnya tak mendukung. Hal ini juga diakui Bupati, saat pameran mebel di GOR Simpanglima Purwodadi,'' ujar Hartadi.

Menurut dia, fasilitas umum di Klaten yang rusak akibat gempa itu memang layak ditolong dari semua daerah. Tetapi daerah-daerah yang jalannya jelek, jangan ikut-ikut dipotong. Sebab jalan di Grobogan akan terus tertinggal dibandingkan dengan jalan di daerah tetangganya seperti Solo, Kudus, Sragen, Boyolali, Semarang, dan lainnya.

Sementara itu, jalan beton yang dibangun pada musim kemarau ini harus terus dibasahi. Sebab, kalau tidak, jalan tersebut bisa terancam pecah, mengingat suhu panas pada musim kemarau ini sangat tinggi.

Sehingga nantinya tak kuat dilewati truk-truk bermuatan berat. Jalan beton Dinas PU Bina Marga di Ngabenrejo Brati dan Grobogan-Kudus. Tepatnya, di Karangsari Brati jarang dibasahi. Maka dikhawatirkan jalan itu pecah ketika dimuati beban berat. Bahkan dikhawatirkan umur bangunan tersebut tak berlangsung lama.

Selain itu, perbaikan jalan Purwodadi-Kudus itu juga belum dilakukan secara maksimal. Sebab, lubang-lubang kerusakan saat ini baru ditutup dengan batu biasa.

Itu pun tidak dipadatkan sehingga mengganggu kenyamanan pemakai jalan. Arbi, warga Purwodadi, dan beberapa warga lainnya mendesak Dinas PU Bina Marga Jateng selaku penanggung jawab perbaikan jalan itu segera memerintahkan pihak pelaksana untuk menutup lubang-lubang kerusakan dengan hotmix.

Sementara itu, Kepala PU Bina Marga Jateng Danang Atmodjo belum bisa ditemui. Namun beberapa stafnya membenarkan bahwa anggaran perubahan untuk perbaikan jalan Purwodadi-Solo akan dikurangi Rp 500 juta untuk rekonstruksi fasilitas umum di daerah korban gempa di Klaten. (A23-56n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA