| Selasa, 18 Juli 2006 | SEMARANG |
Ingin ''Jeng-jeng", Gelapkan MotorSEMARANG- Karena tergiur ingin jeng-jeng (berfoya-foya), seorang remaja nekat menggelapkan delapan sepeda motor milik temannya. Tersangka adalah Latif Anwar (23), warga Jl Bulu Magersari No 3 RT 1 RW 5 Kelurahan Pendrikan Kidul, Kecamatan Semarang Tengah. Kemarin sekitar pukul 14.00, pria pengangguran itu ditangkap Unit Ranmor Polwiltabes Semarang, sewaktu tidur di rumahnya. Kini, pria lulusan SMP itu menjadi penghuni baru ruang tahanan Mapolwiltabes. Saat dimintai keterangan petugas, tersangka mengaku nekat menggelapkan sepeda motor tersebut karena ingin bersenang-senang. "Saya ingin jeng-jeng. Seluruh uang hasil gadaian sepeda motor itu sudah habis untuk jajan dan foya-foya," ungkap dia, seusai diperiksa Kanit V Ranmor Polwiltabes Semarang AKP Sudarmono SIP. Menurut tersangka, dalam menjalankan aksinya pelaku menggunakan modus dengan cara berpura-pura meminjam sepeda motor beserta surat tanda nomor kendaraan (STNK). Tersangka bisa dengan mudah mengelabuhi korbannya karena mengenal mereka. Sebab, seluruh korban adalah teman sepermainan tersangka. "Mereka teman main sepak bola saya. Jadi mereka percaya ketika saya meminjam sepeda motornya," tandasnya. Tak hanya itu, sebuah sepeda motor milik ayahnya bahkan juga dibawa kabur dan dijual. Kepada para korban, tersangka berdalih akan mengambil barang yang tertinggal di rumah. Begitu sepeda motor dan STNK diberikan, tersangka langsung kabur. Beberapa sepeda motor yang diingat tersangka adalah Honda Mega Pro Nopol H-2636-TW milik Alit, Suzuki Shogun H-5602-GZ kepunyaan Heru. Sisanya adalah Suzuki Smash milik Noval, Suzuki Shogun milik Yusen, warga Sayung Demak. Sementara yang lain, dia mengaku tidak ingat jenis sepeda motornya. Digadaikan Sepeda motor itu digadaikan kepada Bg (36), warga Jl Sendangguwo Utara III. Untuk delapan sepeda motor, tersangka mendapatkan uang senilai Rp 22,7 juta. Uang tersebut, menurut tersangka, habis digunakan untuk bersenang-senang. Awalnya dia mengaku tidak ada niatan untuk menggelapkan sepeda motor milik teman-temannya. Namun ketika akan mengembalikan sepeda motor temannya yang kali pertama diambil, dia berubah pikiran. Sebab, temannya telanjur lapor polisi. Dia lantas melarikan diri dan kabur dari rumah. Keluarganya pun dibuat geram, karena sepeda motor milik ayahnya turut pula digadaikan. "Setiap butuh uang untuk jeng-jeng, saya selalu pinjam sepeda motor teman, kemudian saya bawa kabur. Setelah itu saya gadaikan pada Pak Bg," ujarnya. (H21-62s) |