| Selasa, 18 Juli 2006 | SEMARANG |
Terminal Penggaron Sepi, Awak Angkot DemoPEDURUNGAN- Keadaan Terminal Penggaron yang selalu sepi penumpang, memicu sejumlah awak angkot jurusan Penggaron-Johar menggelar aksi di dalam terminal tersebut, Senin (17/7). Mereka menuntut pada aparat kepolisian ataupun Dishub Kota Semarang bertindak tegas terhadap bus-bus yang menurukan penumpang di luar terminal. Aksi yang digelar di pul angkot di kompleks terminal itu berlangsung spontan, dimulai pukul 14.00. Mereka beraksi dengan cara bergerombol di atas trotoar terminal. Aksi berlangsung singkat tanpa orasi dan poster bertuliskan nada protes. Seorang sopir, Heru (35) mengatakan, terminal dalam keadaan sepi penumpang berlangsung sejak lama. Banyak bus kota ataupun bus antarkota dalam provinsi (AKDP) yang menurunkan penumpang di jalan masuk terminal dan di Jl Majapahit (di luar terminal). ''Biasanya, bus-bus tersebut diadang para preman yang jadi calo penumpang di jalan masuk terminal,'' katanya. Karena itu, banyak angkot terlalu lama ngetem di dalam terminal sekadar menunggu penumpang. Untuk mencari penumpang hingga memenuhi kebutuhan bahan bakar satu tangkep (Johar-Penggaron), banyak angkot yang ngetem hingga berjam-jam. Wajib Masuk Karena itu, awak angkot lain, Kenang (34) meminta aparat kepolisian dan Dishub bertindak tegas kepada awak bus kota ataupun AKDP. Bus-bus itu hendaknya diwajibkan masuk agar dalam terminal kembali hidup dan ramai penumpang. Dia juga meminta kepada aparat kepolisian bersikap tegas kepada para preman yang diduga menjadi biang keladi. Petugas Dishub hendaknya berani mewajibkan bus-bus menurunkan penumpangnya di dalam terminal. ''Para preman itu selalu mengadang bus-bus agar menurunkan penumpang di jalan masuk terminal.'' Puji (25), warga Purwodadi, Grobogan, jengkel karena angkot yang dinaikinya tidak kunjung berangkat. Padahal, dia sudah duduk di dalam angkot lebih dari dua jam. Hendak pindah ke bus, dia mengaku tidak berani kalau dimarahi awak angkot. ''Kalaupun saya mau pindah, lantas pindah ke mana? Semua angkot yang ada di dalam terminal juga kosong,'' katanya. Penumpang lain, Mulyadi (30), asal Kedungjati, Grobogan meminta kepada petugas agar mengelola terminal dengan baik. ''Percuma, terminal dibangun bagus-bagus seperti ini, kalau tidak ada penumpang,'' katanya.(G5-18s) |