| Selasa, 18 Juli 2006 | SEMARANG |
Pagoda Termegah di Indonesia (1)Hampir Semua Material dari ChinaJumat (14/7) lalu, Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong diresmikan Wakil Gubernur Ali Mufiz. Berikut laporan wartawan Suara Merdeka Hernandhono secara berseri mulai hari ini. TEMPAT ritual umat Buddha itu disebut sebagai yang termegah dan tertinggi (45 meter) di Indonesia. Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) pun mencatatnya sebagai pagoda tertinggi di Indonesia dengan nomor urut rekor 2028. Tidak hanya itu kelebihannya. Bangunan tersebut tidak saja akan digunakan sebagai tempat beribadah umat Buddha, tetapi juga telah dicanangkan Wagub sebagai objek wisata religius. Lalu, bagaimana awal ide pembuatan dan keunikan-keunikan yang ada di pagoda tersebut? Ketua Pembangunan Pagoda Po Soen Kok menuturkan, pembangunan tempat ibadah tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan umat akan tempat beribadah yang lebih layak dan nyaman. Sebelumnya, di lokasi tersebut sudah ada vihara kecil yang digunakan sebagai ruangan metakaruna (tempat beribadah) yang didirikan pada 1957. "Vihara kecil tersebut terlalu sempit dan kondisi bangunannya juga sudah mengkhawatirkan, sehingga tidak layak lagi digunakan untuk beribadah," katanya. Ketua Yayasan Buddhagaya Watugong Halim Wijaya menuturkan, vihara kecil itu adalah milik sekaligus dibangun oleh seorang tuan tanah di Semarang yang bernama Gwee Gwan Leng. "Karena sebagai tuan tanah, saat itu Gwee membangun pagoda itu dengan menggunakan uangnya sendiri," tuturnya. Po mengungkapkan, ide awal pembangunan pagoda tersebut muncul pada Februari 2005, setelah dirinya bertemu dengan seorang arsitek dari Bangkok, Mr Tira. Dalam pertemuan itu, dia meminta untuk dibuatkan layout bangunan pagoda yang lain dari biasanya, yaitu memiliki tempat bagi umat untuk berjalan-jalan keliling pagoda. "Setelah layout tersebut jadi, saya meminta pendapat Ketua Pembina Yayasan Buddhagaya Watugong, Bante Panavaru. Kebetulan, Bante pun menyetujui pembangunan pagoda dengan layout tersebut," ujarnya. Akhirnya, pagoda itu pun mulai dibangun pada Agustus 2005 dengan melibatkan Puri Kencana sebagai kontraktor dan Pola Dwipa selaku pengawas dan perencana pembangunan. Lalu, berapa besar biaya yang dihabiskan? Po mengatakan, hingga saat ini belum dapat menghitung berapa total biaya yang sudah dikeluarkan, karena masih ada beberapa bangunan yang belum selesai dikerjakan. Antara lain pagar dan wisma serbaguna. "Prioritas utama kami adalah ingin menata terlebih dahulu tanah yang ada di sekitar pagoda dengan membuat taman. Tujuannya, agar umat dan masyarakat yang datang merasa lebih sejuk dan nyaman," ujarnya. Untuk sumber dana, dia menuturkan, berasal dari umat Buddha dan para pengusaha Indonesia. Aksesori Bangunan Lalu, apa yang membuat pagoda itu berbeda dari lainnya di Indonesia? Halim menuturkan, selain paling tinggi (45 meter), patung-patung yang ada di pagoda itu menghadap ke segala penjuru (empat arah). Keunikan lain, pagoda itu juga dibangun di vihara yang pertama kali ada di Indonesia. Keistimewaan lain dapat dilihat dari hampir semua aksesori dan bahan bangunan didatangkan khusus dari China. Mulai dari genteng, relief tangga dari batu (sembilan naga), kolam naga, lampu naga, air mancur naga, hingga patung burung hong dan kilin. Untuk produk dari batu didatangkan dari Hok Kian, sedangkan tembaga dari Tung Guan. Aksesori bangunan yang digunakan bukan sekadar dipasang, melainkan juga memiliki arti tersendiri. Seperti halnya relief sembilan naga. "Bagi orang Tionghoa, angka sembilan adalah angka maksimal yang menggambarkan tercapainya segala cita-cita. Naga adalah binatang yang memiliki kesempurnaan di antara binatang-binatang yang lain," katanya. Begitu pula dengan banyaknya tanaman teratai di sekitar pagoda, hal itu juga memiliki makna khusus. Menurut Halim, teratai tumbuh dari lumpur yang kotor. Namun setelah keluar dari permukaan air, tanaman itu mampu memiliki bunga yang cantik. "Teratai itu menunjukkan bahwa manusia penuh kekotoran batin. Namun, setelah belajar Buddha Dharma dan bersemadi, manusia akan mencapai penerangan sempurna menggapai Nipbana (surga)," tandasnya.(62s) |