logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 KEDU & DIY
Line

PDAM Berminat Kembangkan Air Kemasan

  • Memanfaatkan Mata Air di Desa Redisari

KEBUMEN - PDAM Kebumen berminat mengembangkan usaha dengan memproduksi air kemasan, yang memanfaatkan mata air di pegunungan karst (kapur) Desa Redisari, Kecamatan Rowokele, yang sumber airnya sepanjang tahun tidak pernah surut.

Untuk tahap awal, PDAM akan merintis membangun jaringan air bersih bagi masyarakat. Satu mata air di antaranya khusus akan dimanfaatkan dan dikembangkan dalam pengolahan air kemasan.

''Secara teknis tidak ada masalah. Kami telah punya proposal, dan ada lembaga keuangan yang siap mendanai,'' tandas Direktur PDAM Drs Prabowo MM, kemarin.

Yang perlu ditindaklanjuti, tambah Prabowo, adalah pendirian anak perusahaan PDAM. Belajar dari PDAM Buleleng, Bali, anak perusahaan tersebut mengelola industri air kemasan, dan hasilnya mampu menopang pendapatan perusahaan serta menambah income bagi daerah.

Prabowo mengakui, bersama Komisi C DPRD Kebumen pernah menyurvei Desa Redisari dan Kalisari Kecamatan Rowokele. Di sana telah disiapkan pemberdayaan masyarakat untuk budi daya ikan air tawar, dengan memanfaatkan air dari beberapa mata air di bawah gua alam.

Anggota Komisi C DPRD, Arembono menyambut antusias pada pengembangan air bersih di Redisari dan sekitarnya. Menurutnya, banyak manfaat positif bisa diperoleh dari pemanfaatan air tersebut.

Alih Usaha

Menurut Arembono, selama ini sebagian warga Desa Kalisari dan Redisari menambang batu gamping atau bebatuan karst. Padahal, penambangan batu kapur itu dapat merusak alam dan mengancam ekosistem kawasan karst.

Penduduk bersedia menghentikan aktivitas penambangan kapur, asal ada pengganti mata pencaharian yang layak. Alternatif yang paling mungkin adalah dengan pengembangan budi daya ikan air tawar dan pengembangan pariwisata.

''Alih usaha yang paling mudah, ya menjadi petani ikan. Apalagi Pemkab telah memiliki Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Pringtutul, Rowokele, dan masyarakat sudah lama menggelutinya,'' tandas Arembomo.

Dia mendesak Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan lebih mengoptimalkan potensi BBI Pringtutul.

Kapasitas pembenihan ikan itu perlu ditingkatkan agar semua kebutuhan pembibitan bisa dicukupi.

Bila budi daya ikan berkembang, dan ada pasar yang jelas, petani tentu bersemangat. Apalagi bila ada rumah makan atau warung-warung ikan bakar, lama kelamaan mendukung sektor pariwisata.

Dia juga mengusulkan perlunya dikaji pengembangan wisata alam di Desa Redisari, Kalisari dan Pringtutul guna melengkapi potensi wisata Kecamatan Ayah supaya tidak stagnan atau membosankan.

Potensi wisata baru yang bisa dikembangkan antara lain penelurusan gua, serta wisata olahraga gantole dan terbang layang. Banyak pegunungan kapur dikawasan Gombong selatan itu, sementara di bawahnya ada gua-gua alam serta perkampungan penduduk, sehingga panoramanya indah sekali.

Guna menarik investor, Arembono menyarankan Pemkab segera membenahi jaringan jalan, supaya lebih baik lagi. ''Saya optimistis, asal sarana jalan makin baik, investor tak keberatan menanamkan modalnya di daerah itu,'' tandasnya. (B3-24)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA