logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 KEDU & DIY
Line

Harga Sayuran Anjlok

BOROBUDUR- Meski hujan abu di sisi barat daya lereng Merapi sudah mereda, dampak negatifnya masih dirasakan petani sampai sekarang. Ini terbukti dari harga jual produk pertanian holtikultura atau sayuran anjlok sampai 50% lebih.

Sejumlah petani di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kabupaten Magelang harus menanggung kerugian akibat harga anjlok, bahkan di antara mereka ada juga yang mengalami gagal panen akibat hujan abu tersebut.

Suyuti (48), petani sayuran asal Dusun Grogol, Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Minggu (16/7) mengaku harga jual hasil panen pertanian holtikultura anjlok sejak turunnya hujan abu dan berlangsung sampai sekarang. Hal itu, menurutnya, diakibatkan pada saat masa tanam terganggu hujan abu dan berakibat pada rendahnya mutu produk pertanian.

"Kalau pada waktu hujan abu harga anjlok bisa dimaklumi, karena mutu produk pertanian tidak bagus. Namun nyatanya harga jual panen sayuran terus saja menurun sampai sekarang," paparnya.

Dia mencontohkan, harga jual kubis dari harga normal Rp 1.000/kg menjadi Rp 400/kg, harga sekarang lebih anjlok karena hanya Rp 250/kg.

Petani lainnya asal Ngargosuko, Kecamatan Duku, Umiyati (50) mengatakan, akibat turunnya harga jual sayuran membuat dirinya rugi sampai Rp 800.000.

"Untuk musim panen ini, saya panen kembang kol tapi malah rugi besar. Bagaimana tidak rugi, modal tanam kembang kol sampai Rp 1 juta, tetapi hasil penjualan yang saya peroleh hanya Rp 150.000," tandasnya.

"Sejak Merapi mengeluarkan abu vulkanik dan terjadi hujan abu di sisi lereng Merapi, harga jual sayuran langsung turun. Setelah itu harga sayuran terus turun, seperti harga cabai sebelumnya bisa mencapai Rp 6.000/kg, tetapi sekarang hanya Rp 2.500/kg," urainya.

Salah seorang tengkulak dari Kecamatan Dukun, Ngadi (40), membenarkan bahwa harga jual sayuran saat ini anjlok. Hal itu diakibatkan seluruh daerah memasuki musim panen.

Dia mengaku, tak berani membeli hasil panen sayuran dengan harga tinggi. (sho-39s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA