| Selasa, 18 Juli 2006 | KEDU & DIY |
Kisah Anak-anak Korban GempaBermain sambil Belajar Kisah-kisah Nabi"TIBA-tiba datang angin topan kencang disertai banjir dan suara gemuruh yang sangat hebat, seluruh bangunan kota yang dulu kukuh dan indah hancur rata dengan tanah, angin topan tujuh hari tujuh malam itu meluluhlantakkan Kota Al-Ahqaf, tempat Kaum Nabi Hud AS, tinggal," sepenggal kalimat itu dibaca lirih oleh, Lila Fitri Alidina (10). Gadis kecil dari Karang Tengah, Imogiri, Bantul, DIY, itu sedang membaca buku cerita bergambar Kisah Nabi Hub AS, di salah satu sudut objek wisata Taman Kiai Langgeng, Kota Magelang. Sudut itu diberi nama Desa Buku. Dia bersama ratusan anak korban gempa dari Bayat, Klaten, dan Imogiri, Bantul baru mengikuti acara rekreasi bertajuk "Belajar dan rekreasi untuk menghilangkan trauma". Acara tersebut diselenggarakan ormas Islam dan Pemkot Magelang, Jumat (14/7), pekan lalu. Di salah satu ruang di Desa Buku itu, dengan suara lirih dan sedikit gemetar, Lila mencoba menuntaskan kisah Nabi Hud AS. Meski tidak serupa, kisah tersebut hampir mirip dengan peristiwa yang baru saja dialaminya, 27 Mei lalu, yakni gempa bumi yang meluluhlantakkan perkampungannya. Ratusan ribu bangunan hancur dan rusak parah, seperti yang tergambar dalam buku tersebut. Apa yang tergambar dalam kisah itu, mengingatkan Lila pada rumahnya yang hancur akibat gempa. Wajar bila dia masih terbayang-bayang gempa tersebut. Karena kejadiannya belum lama atau baru dua bulan lalu. Boleh dibilang belum semua hilang dari ingatannya. Seperti pemandangan, bangunan yang luluh lantak, tangisan orang-orang yang kehilangan sanak-saudaranya, hampir sama apa yang digambarkan dalam buku yang dibacanya. Membaca kisah itu, Lila berusaha tegar dan tidak lagi mengingat peristiwa gempa yang menimpa daerahnya, tapi berusaha mengambil hikmah di balik kisah Nabi Hud AS. Apa yang diwasiatkan dalam kisah tersebut, agar manusia selalu mensyukuri nikmat dan tidak melupakan Tuhan, menjadi pelajaran penting bagi Lila. Selain kisah Nabi Hud AS, di Desa Buku ini masih banyak menawarkan koleksi kisah-kisah para nabi lainnya. Setelah mereka lelah membaca, anak-anak itu diajak mengelilingi taman objek wisata Kiai Langgeng yang berudara sejuk. Ikan hias dan beberapa ekor kera yang disuguhkan pengelolanya memberikan hiburan tersendiri bagi mereka. Menurut instruktur acara, Taufik, anak-anak memang suka pada sebuah cerita, sehingga diberi kesempatan membaca buku kisah-kisah nabi. Dengan kegiatan ini, kita berharap anak-anak korban gempa ini tidak lagi truma. (Sholahuddin-39s) |