| Selasa, 18 Juli 2006 | KEDU & DIY |
Perajin Bangkit, Gelar Pameran di Pasar SeniYOGYAKARTA- Usaha boleh hancur, tetapi semangat tak bisa luntur. Sikap tersebut diambil para perajin Bantul yang tempat usahanya luluh lantak akibat gempa 27 Mei lalu. Mereka kemudian menggelar pameran berbagai produk kerajinan di Pasar Seni Gabusan, Bantul. Kegiatan itu diikuti lebih 50 perajin sebulan sejak 27 Juni-27 Juli dengan produk antara lain kerajinan kulit, gerabah, batik, mebel, dan masih banyak lagi. Ada yang lain pula yakni produk makanan khas Yogyakarta, seperti bakpia, geplak, yangko. ''Pameran ini digelar memang untuk menunjukkan bahwa perajin berusaha bangkit kembali, meskipun sebagian besar tempat usaha dan rumahnya hancur,'' ujar Untoro, penggagas ide pameran bersama tersebut. Dia mengakui, setelah gempa dua bulan lalu, banyak perajin kehilangan usaha yang telah dirintis bertahun-tahun. Dalam sekejap semuanya musnah. Mereka sempat shock, tetapi dengan segera bangkit lagi agar tidak larut dalam kesedihan dan hanya merenungi nasib. Semangat dan etos kerja harus dibangkitkan kembali. Salah seorang perajin batik dari Pajangan, Leni mengungkapkan, para perajin memang harus bangkit sendiri. Tanpa ada niat dan kemauan keras, mereka tak akan bisa berdiri kembali seperti sebelum gempa. Masih Sepi Perajin lain, Pujiwiyono menyatakan usahanya memang hancur, tetapi yang lebih penting lagi anggota keluarga selamat. Dia mengungkapkan, usaha kerajinan dari bambu yang dirintisnya sekarang memang sedang lesu akibat gempa. Kendati demikian, selama pameran juga masih laku meski sedikit. Dalam sehari, dia bisa mendapatkan Rp 25.000. Hasil sebesar itu masih dikurangi untuk angkutan dan makan. Sementara itu, pusat kerajinan gerabah di Kasongan sudah mulai hidup. Tempat pameran hasil karya mereka masih di tempat darurat di pinggir jalan dan bedeng seadanya.(D19-39s) |