| Selasa, 18 Juli 2006 | KEDU & DIY |
PMI, UAJY, dan USD Bangun Kerja SamaYOGYAKARTA - Dilandasi semangat untuk membangun kembali DIY-Jateng setelah terpuruk pascagempa, Palang Merah Indonesia (PMI) DIY bekerja sama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan Universitas Sanata Dharma (USD) mendukung masyarakat korban gempa di desa dan dusun yang masuk wilayah Kecamatan Dlingo (Bantul, DIY) dan Kecamatan Gantiwarno (Klaten, Jateng). Memorandum of Agreement (MoA) tersebut ditandatangani oleh Ketua PMI DIY, Dr Bondan; Rektor UAJY, Dr EF Slamet S Sarwono MBA; dan Rektor USD, Dr Ir P Wiryono Priyatamtama SJ, bertempat di ruang pascasarjana kampus Babarsari UAJY, baru-baru ini. Dalam kerja sama tersebut, PMI akan menyiapkan petugas sebagai relawan untuk mendampingi pelaksanaan program pembuatan rumah tinggal sementara, menjalin kerja sama dengan International Federation of Red Cross and Red Creacent Societies (IFRC) untuk memberikan konstribusi bantuan kepada masyarakat mendukung pembangunan rumah sementara, yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Secara Bertahap Pemberian dana itu dilakukan secara bertahap ke dalam rekening anggota masyarakat yang telah disepakati warga, sebanyak 4 tahap dan akan diberikan hanya bila pelaporan tahap sebelumnya telah sesuai dengan persyaratan. Sementara itu, UAJY dan USD bertugas menyiapkan mahasiswa sebagai relawan untuk mendampingi pelaksanaan progran tersebut, menyiapkan dosen sebagai pendamping relawan, dan mengerahkan relawan di lapangan, yang bertugas mengkaji terhadap keluarga yang selamat dari gempa dan harus dibantu. Dijelaskan oleh Staf Humas UAJY, Antonius Gatot Wibowo, sebelum melakukan tugasnya, para relawan dari UAJY, USD, dan PMI telah diberi pelatihan oleh para staf pengajar Fakultas Teknik UAJY dan USD. Topik yang diberikan dalam latihan tersebut adalah ekonomi dan swadaya, prinsip-prinsip desain bangunan, serta evaluasi kerusakan akibat gempa dan konstruksi tahan gempa. Para relawan itu nantinya akan lebih banyak diperbantukan di Kecamatan Gantiwarno (Klaten), karena di kecamatan tersebut lebih banyak KK yang membutuhkan bantuan, yaitu di Kecamatan Dlingo (Bantul) ada 9.700 KK, sedangkan di Kecamatan Gantiwarno ada sebanyak 13.000 KK. (P12-39h) |