| Selasa, 18 Juli 2006 | INTERNASIONAL |
Bom di Pasar Renggut 56 NyawaBAGDAD - Puluhan orang tewas akibat peledakan bom di sebuah pasar yang ramai di Mahmudiya, pinggiran Bagdad, Senin kemarin. Polisi mengatakan, itu merupakan serangan yang paling banyak memakan korban di Irak tahun ini. Jumlah korban tewas masih simpang siur. Pihak rumah sakit mengatakan, 56 orang tewas dan 67 lainnya luka-luka. Namun juru bicara Kementerian Pertahanan Irak menyatakan hanya 42 orang tewas akibat dua serangan bom mobil di Mahmudiya. Kendati demikian, tentara Amerika, polisi dan wali kota Mahmudiya menyatakan serangan itu dilakukan oleh milisi bersenjata dengan menggunakan mortir dan granat. Mahmudiyah sering dijuluki sebagai ''segi tiga maut'' karena sering dilanda konflik sektarian antara Syiah dan Suni. Identitas para penyerang belum diketahui. Namun Wali Kota Mahmudiya Muayyad Fadhil menuduh milisi bersenjata di kota sebagian besar penduduknya penganut Syiah itu. Dia menjelaskan, para penyerang menembaki orang-orang yang sedang berbelanja setelah mereka melontarkan mortir ke kawasan itu. ''Ada serangan mortir. Orang-orang bersenjata itu berasal dari wilayah timur kota ini. Mereka kemudian masuk ke pasar dan memberondongkan tembakan secara membabi buta ke orang-orang yang sedang berbelanja,'' kata wali kota penganut Syiah itu. Baku Tembak Para saksi mata mengaku mendengar ledakan dan suara tembakan. Beberapa sumber polisi mengatakan, mereka terlibat baku tembak seru dengan para penyerang setelah ledakan itu. Sumber polisi lainnya menjelaskan tembakan-tembakan itu bertujuan membubarkan massa. Mahmudiya belakangan ini menjadi sorotan internasional setelah militer AS melakukan penyidikan mengenai kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan tiga serdadu Amerika. Dalam pernyataannya, militer AS mengatakan 40 orang tewas dan 90 lainnya luka-luka. ''Para teroris menyerbu sebuah pasar di dekat Masjid Mohammed al-Amin di Mahmudiya. Saksi mata mengatakan, ada banyak teroris melemparkan granat,'' demikian pernyataan militer AS. Komandan polisi Mahmudiya Kolonel Iyad Mohammed menjelaskan, serangan mortir menghantam kota itu sebelum orang-orang bersenjata menyerbu. Dia mengatakan, 55 orang tewas. Televisi pemerintah Iraqiya melaporkan, korban tewas mencapai 70 orang. Juru bicara Kementerian Pertahanan Mayjen Abdul Aziz Mohammed mengkritik laporan media. Menurutnya, laporan itu berlebihan. Dia yakin, hanya 42 orang tewas akibat ledakan dua bom mobil di Mahmudiya. (rtr-ben-26) |