| Selasa, 18 Juli 2006 | INTERNASIONAL |
Tuduh Israel TerorisPARIS - Perdana Menteri Lebanon Fouad Siniora menuduh Israel menggunakan cara-cara teroris untuk menekan Lebanon. Dia mengatakan serangan negara Yahudi itu akan meningkatkan ekstremisme di Timur Tengah. ''Israel menuduh pihak lainnya terorisme dan pada saat yang sama negara itu melakukan bentuk terorisme paling keras,'' katanya dalam wawancara dengan surat kabar Le Monde yang disiarkan Senin kemarin. ''Tindakan itu menciptakan masalah-masalah dan mempertahankannya sebagai ketegangan terbuka yang akan digunakan sebagai cara melakukan tekanan,'' lanjutnya. Pernyataan itu dikeluarkan sementara Israel terus melancarkan serangan udaranya terhadap Lebanon dan Sekjen PBB Kofi Annan mengatakan negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB akan mulai menyusun sebuah persetujuan terinci mengenai penggelaran pasukan keamanan multilateral ke Lebanon. Israel menyatakan serangan-serangan yang dilancarkannya melintasi Lebanon selatan dan beberapa bagian Kota Beirut dalam enam hari belakangan ini. Ofensif itu dimaksudkan untuk menghancurkan kemampuan kelompok Hizbullah melepaskan tembakan roket ke Israel. Negara Yahudi itu mengatakan pihaknya menyesalkan jatuhnya korban sipil. Israel juga menjelaskan pertempuran itu diprovokasi Hizbullah, setelah sejumlah pejuangnya menangkap dua tentara Israel dalam satu serangan lintas batas. Siniora mengatakan tindakan Israel menangkap para tahanan Lebanon, serta serangan-serangan udara dan ranjau yang ditanamkan di wilayah negaranya semuanya merupakan bagian dari strategi untuk menggoyahkan negara pimpinan Bashar al-Assad itu. Dia menegaskan bahwa pemerintah Lebanon tidak tahu mengenai penangkapan dua tentara Israel oleh pejuang Hizbullah dan tidak bertanggung jawab atas insiden yang memicu serangan Israel itu. Namun dia mengatakan pemerintahnya sedang melakukan kontak dengan kelompok itu. ''Ada kontak-kontak. Kontak-kontak itu tidak pernah terganggu dan kami akan terus bekerja sama atas dasar satu sikap yang jelas dan memperhatikan kepentingan Lebanon dan Arab,'' katanya. Siniora berterima kasih pada dukungan Prancis tapi meragukan pernyataan dukungan dari AS. (ant-26) |