| Selasa, 18 Juli 2006 | EKONOMI |
Harga Emas Kembali MelambungSEMARANG- Harga emas kembali melambung hingga mencapai Rp 195.000/ gram untuk kadar 99,9% Senin (17/7). Sedangkan harga emas dunia berada pada level 672 dolar AS per troy ounce. Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 9.225. Kenaikan harga emas dunia ini dipengaruhi oleh situasi politik global, terutama di Timur Tengah. Bambang Yuwono, Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (Apepi) Semarang, mengatakan lonjakan harga secara drastis ini semakin menurunkan minat masyarakat untuk membeli perhiasan emas. Bila dibandingkan dengan harga emas sepekan sebelumnya maka ada selisih yang mencapai Rp 10.000/ gram. "Fluktuasi harga emas berlangsung cepat, bahkan akhir-akhir ini perubahan harganya terlihat cukup drastis," katanya yang juga pemilik Toko Emas Dewi Sri di Shopping Center Johar (SCJ), kemarin. Suasana perdagangan emas pun tak banyak perubahan yang berarti. Jumlah pengunjung dan pembeli tidak ada peningkatan. Meski gaji ke-13 untuk pegawai negeri sipil telah dibagikan, nyatanya hal ini tak memengaruhi tingkat konsumsi perhiasan emas. Menurut perkiraan Bambang, anggaran keuangan keluarga saat ini lebih banyak dialokasikan pada kebutuhan dana pendidikan anak. Oleh karenanya, dia berharap adanya panen tembakau di beberapa daerah di Jateng dapat meningkatkan penjualan emas. Biasanya, petani tembakau akan membelanjakan sebagian uangnya di Semarang, termasuk salah satunya perhiasan emas. Meski perdagangan lesu, ia tetap berupaya untuk mencari produk dengan model-model terbaru. Hal ini sebagai usaha agar masyarakat tertarik membeli. Caranya dengan meleburkan perhiasan untuk dijual kembali. "Meski dengan cara seperti ini kami merugi, namun adanya model perhiasan baru lebih mampu untuk menarik minat konsumen," katanya. (H22-59) |