| Selasa, 18 Juli 2006 | EKONOMI |
Wisata Reli Layar Minim FasilitasSEMARANG- Pelaksanaan Sail Indonesia 2006: International Yacht Rally di Kepulauan Karimunjawa Jepara , pada 30 September hingga 6 Oktober 2006, hingga kini masih terbentur pada ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan peserta. Fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan itu antara lain pier (dermaga), infrastruktur, tempat penginapan, serta komunikasi. Bambang Setyono, Project Officer mengatakan kendala-kendala minimnya fasilitas yang tersedia di kepulauan tersebut harus segera diatasi. Oleh karenanya ia meminta Pemda turut mendukung kegiatan ini dengan memenuhi fasilitas yang dibutuhkan. Selama ini, pihaknya lebih banyak bekerja sama dengan Pemkab Jepara. ''Kami sebagai pelaksana kegiatan sangat berharap fasilitas kegiatan pelayaran internasional di Karimunjawa yang dibutuhkan bisa tersedia saat acara dilaksanakan,'' katanya ,Senin (17/7). Kegiatan reli perahu layar tahunan berskala internasional, Sail Indonesia 2006, merupakan kegiatan untuk mendongkrak pariwisata, dengan menekankan sisi kesenian, budaya, dan olahraga. Kepulauan Karimunjawa menjadi salah satu daerah tujuan dalam Sail Indonesia 2006. Para peserta pelayaran berjumlah sekitar 200 orang dari berbagai negara, yang dimulai dari Darwin Australia. Selain Karimunjawa, daerah tujuan di Indonesia lainnya yaitu Nusa Tenggara Timur, Makasar Sulsel, Denpasar Bali, dan Kumai Kalsel. Tur pelayaran ini akan dilanjutkan ke Langkawi Malaysia pada November 2006. Bambang, yang juga Ketua Asita Jateng, menyebutkan pier harus bisa menampung sedikitnya 40 kapal layar. Namun, saat ini, fasilitas pier belum tersedia sama sekali di kepulauan itu. Oleh karenanya sangat menyulitkan kapal layar yang akan merapat ke daratan. Selain itu, jumlah kamar penginapan yang tersedia hanya 40 unit. Padahal jumlah peserta mencapai 200 orang. Untuk hal ini, pelaksana kegiatan akan mengantisipasinya dengan menggunakan tenda. ''Jangan sampai para peserta yang tengah melakukan pelayaran akan kita tolak, hanya gara-gara fasilitas yang dibutuhkan tidak tersedia,'' katanya. Ia menandaskan kegiatan pelayaran ini berpotensi menghidupkan dan menarik minat turis mancanegara terhadap objek wisata Jateng. Selain mengadakan sejumlah acara di Karimunjawa, para peserta juga akan menikmati land tour ke Ambarawa, Candi Borobudur, serta Solo. Umumnya, peserta reli pelayaran ini diikuti oleh warga Australia. Diharapkan, angka wisatawan asal Australia yang sempat mengalami penurunan, bisa terdongkrak kembali. (H22-59 ) |