| Selasa, 18 Juli 2006 | BANYUMAS |
Wangwung Mulai Menyerang Pohon KelapaPURWOKERTO - Hama wangwung (orychtes rinocherus) mulai menyerang pohon kelapa di beberapa tempat di Kabupaten Banyumas. Pohon kelapa yang mulai terkena serangan hama itu ada di Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak, dan Kelurahan Teluk, Purwokerto Selatan. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Wisnu Hermawanto, menjelaskan, jumlah pohon kelapa yang terkena serangan wangwung belum banyak. Laporan dari desa atau kecamatan belum ada yang masuk, tetapi di lapangan serangan hama itu sudah terlihat. ''Jumlahnya belum sampai ratusan pohon. Namun, kalau tidak segera diantisipasi, dalam waktu singkat, serangan hama tersebut bisa meluas,'' katanya. Untuk mengantisipasi hama itu, pihaknya telah mencegah melalui kegiatan sanitasi di sekitar pekarangan yang banyak tumbuh pohon kelapa. Pemilik pohon kelapa diminta membersihkan sampah, yang menjadi media berkembangbiaknya wangwung atau membunuh hewan itu secara langsung. ''Kami memiliki anggaran dari APBD untuk kegiatan pencegahan hama dan penyakit hanya Rp 10 juta. Tanggung jawab pencegahan hama dan penyakit, yang biasanya terjadi lintas daerah, tersebut ada di tangan provinsi. Karena itu, anggaran yang disediakan Dishutbun Banyumas hanya sebagai pendukung,'' tutur dia. Pencegahan hama wangwung yang efektif adalah metarizium, yakni jamur berujud serbuk yang ditebarkan di media berkembangnya wangwung, seperti dalam sampah yang ada di sekitar pohon kelapa. Serbuk yang ditebarkan di media itu membuat wangwung, yang biasa berkembang biak di sampah, tak bisa menetas terlurnya menjadi larva. Kalaupun jadi larva, maka larvanya akan mati. Selain dengan metarizium, pencegahan dilakukan dengan baculovirus, yakni memandulkan wangwung. Wangwung yang mandul itu didatangkan dari laboratorium dinas di Semarang. Hewan yang telah dimandulkan itu gemar kawin, tapi setelah kawin wangwung tersebut mati. Wangwung yang dikawini juga menjadi suka kawin, namun setelah kawin mati. Dengan model seperti itu, wangwung tak bisa berkembang biak. Wisnu menerangkan, wangwung biasanya menyerang daun kelapa yang masih kuncup. Setelah terbuka atau mekar, daunnya tak lagi utuh, karena sebagian telah digerogoti. Bila tak segera diberantas, maka daun kelapanya mengering dan berjatuhan. Pohon kelapa hanya tinggal batangnya saja, sehingga akhirnya mati. Di Kabupaten Banyumas, wilayah yang menjadi basis serangan wangwung adalah Kecamatan Tambak dan Sumpiuh. Di kedua kecamatan itu, jumlah pohon kelapa yang ditanam penduduk mencapai ratusan ribu batang. Hama wangwung memiliki masa berkembang biak yang subur pada musim pancaroba, yakni dari musim penghujan ke kemarau. Pada bulan-bulan ini merupakan saat yang subur bagi hewan itu untuk berkembang biak. Karena itu, dia mengimbau kepada petani atau penduduk yang menanam pohon kelapa dalam jumlah banyak untuk waspada. Bila ada tanda-tanda serangan hama wangwung, segera lapor ke desa atau petugas penyuluh lapangan setempat. (G23-42h) |