logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Juli 2006 NASIONAL
Line

Menelusuri Senjata Tak Bertuan (1)

Sanggup Menembakkan 800 Peluru Per Menit


SM/Antara Bersama Ryamizard: Almarhum Brigjen TNI Koesmayadi bersama Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu (kiri) saat keduanya masih aktif sebagai Waaslog dan KSAD. (57v)

Hampir dua pekan sejak kematian Brigjen TNI Koesmayadi, kepemilikan ratusan senjata yang ditemukan di rumahnya di Jalan Pangandaran V/15 Puri Marina Ancol, Jakarta Utara belum juga terkuak. Berikut laporan seputar senjata-senjata itu.

SENJATA yang ditemukan di rumah Koesmayadi adalah jenis SS-1 buatan Pindad, HK MP5, M-16, dan AK 47. Semua dirancang untuk keperluan tempur dan bukan termasuk dalam kategori senjata untuk dikoleksi. Meski demikian Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) yang menemukan 96 pucuk laras panjang dan 42 pucuk senjata laras pendek tidak menemukan surat-surat kepemilikan dan administrasi lain senjata tersebut.

Selain senjata, ditemukan pula granat tangan dan teropong. Semuanya terserak di antara barang-barang tersebut. Senjata AK-47, lebih dikenal dengan Kalashnikov AK-47. Ini disebabkan senjata tersebut dirancang pertama kali oleh Mikhail Kalashnikov sebagai senjata serbu otomatis dengan ciri-ciri popor senjata terbuat dari kayu.

Senjata jenis ini cocok untuk pasukan infanteri buru sergap. Alat itu diadopsi kali pertama oleh angkatan bersenjata Soviet tahun 1949 dan dibuat tanpa bayonet di pucuk senapan. Ciri-ciri AK-47 adalah berkaliber 7,62 mm, cartridge 7,62 x 39, radius pandang 378 mm, panjang 870 mm, dan kapasitas senjata 30 rds.

Berat kosong senjata ini 4.300 gram dan berat pada saat terisi penuh adalah 4.876 gram. AK-47 bisa memuntahkan 600 peluru per menit dengan kecepatan serbu 700 m/s. Senjata itu dirancang untuk dapat menghabisi sekitar 1.500 nyawa manusia di peperangan.

Karena mampu membunuh dengan sangat cepat dalam hitungan detik, senjata ini diminati oleh kelompok teroris. Pada perkembangannya, negara China dan Uni Soviet saling berbagi pengetahuan secara gratis kepada negara dan kelompok yang pro-komunis, sehingga kemudian senjata tersebut sangat mudah didapatkan di pasar resmi, pasar gelap, dan bahkan dapat dipesan secara online.

Adapun senjata HK MP5 atau biasa dikenal dengan sebutan Heckler Koch (HK) Maschinenpistole (MP) dibuat sesuai dengan nama perancang pertamanya di tahun 1960 di Jerman. Selanjutnya dikenal dengan nama senapan mesin. Saat itu senjata tersebut dipakai oleh Jerman di perang dunia kedua.

Pada perkembangannya, HK MP5 dirancang dengan banyak varian oleh Tilo Moller, Manfred Guhring, Georg Siedl, dan Helmut Bauruter. Mereka memang sengaja membuat senjata HK MP5 guna mempersenjatai pasukan khusus atau pasukan elite di Jerman pada tahun 1966. Dalam perkembangannya Kopassus juga memiliki senjata jenis ini.

HK MP5 memiliki ciri berat 2,6 kg, panjang 680 mm, kaliber 9 m dengan jangkauan tembak 200 meter, dan mampu memuntahkan 800 butir peluru per menit. Tidak mudah memiliki senjata jenis ini. Sebab penjualannya sangat dibatasi, bahkan TNI pernah ditolak saat memesan senjata ini.

Senjata tersebut memiliki akurasi dan keandalan yang tinggi serta diproduksi dengan banyak varian, sehingga menjadi pilihan utama bagi kebutuhan militer dan para penegak hukum di lebih dari 50 negara di dunia. Selain itu sangat mudah untuk dioperasikan dan mudah perawatannya.

Pada 30 April 1980, pasukan khusus Special Air Service Inggris menggunakan HK MP5 untuk memberantas serangan teroris dalam Operasi Nimrod. Dalam operasi tersebut semua teroris terbunuh. Mereka menggunakan senjata itu karena tingginya tingkat akurasi.

HK MP5 juga menjadi pilihan utama bagi para pembuat film sehingga sering muncul dalam film Die Hard, S.W.A.T, Bad Boys, End of Days, Terminator 3: Rise of the Machines, Golden Eye, Predator, Air Force One, Matrix, dan The Rock. Senjata ini juga muncul dalam permainan video game yang terkenal yaitu Counter-Strike.

Senapan Serbu

Sementara itu, senjata M-16 merupakan senapan serbu buatan Amerika Serikat. Digunakan kali pertama tahun 1960 dan diproduksi oleh Colt dan FN (Fabrique Nationale) dengan kaliber standar NATO 5,56 mm. Dengan berat 2,9 kg, panjang 1.006 mm, dan jangkauan efektif 550 meter, senjata tersebut menjadi andalan militer AS sejak 1967.

Senjata jenis rifle ini menggantikan M1 Carbines yang dipakai oleh 80 negara dan hanya bisa didapat melalui pembelian langsung ke negara pembuatnya.

M-16 dibuat dari bahan aluminium alloy dan plastik kecuali pada bagian laras yang terbuat dari baja. Selain itu, senjata yang termasuk mudah dalam penggunaannya itu juga mampu menembus pekatnya malam. Di samping itu bisa untuk mencari musuh dalam serangan gas air mata dan kabut tebal.

Kaliber peluru M-16 hanya 5.56 mm (0.223 inci). Karena peluru yang dimuntahkan tergolong kecil sehingga berkecepatan tinggi. Musuh bisa tewas seketika bila terkena peluru itu.

Dalam jajaran TNI/ABRI, M-16 adalah jenis senjata kaliber 5.56 mm pertama yang digunakan pada akhir tahun 1970-an. Kehadiran M-16 dianggap sebagai loncatan yang cukup besar mengingat saat itu masih banyak unit-unit pasukan TNI yang menggunakan senjata-senjata tua dari masa PD II seperti M1 Garand dari USA, M3.45 caliber sub-machine gun dari USA (di kalangan pasukan AS dikenal sebagai "Grease Gun"), SAFN-49 dari Belgia, dan SP-1 produksi Pindad.

Meski senjata serbu dari Rusia seperti AK-47, SKS, dan Chung (SKS versi RRC) juga banyak dimiliki oleh TNI, namun kekurangan suku cadang dan keterbatasan amunisi akibat dihentikannya kerja sama militer antara RI dan negara-negara Blok Timur pasca G-30 S/PKI, membuat pemerintah membatasi penggunaan senjata-senjata Rusia ini pada unit-unit khusus/pasukan pemukul depan seperti Kopassandha, Marinir, beberapa satuan Kostrad, dan Brimob.

Sebagian besar M-16 yang diterima oleh TNI dari AS adalah generasi pertama pra M-16-A1. Namun tidak tertutup kemungkinan adanya M-16-A1 yang diterima TNI di belakangan hari.

Senjata SS-1 adalah senapan serbu Indonesia buatan PT Pindad. Dipakai sejak 1991 dengan berat 4,01 kg, panjang 997 mm, dan jangkauan tembak efektif 450 meter. Senjata jenis automatic carbines (lebih pendek dengan tenaga lebih lemah dibanding jenis rifle) ini memenuhi standar NATO. Senjata ini relatif susah diperoleh di pasar.

Kaliber peluru SS-1 adalah 5.56 x 45 mm (angka pertama menunjukkan diameter dari kepala peluru/proyektil dan angka kedua menunjukkan tinggi dari selongsong) yang juga dikenal dengan jenis 5.56 NATO. Di Amerika Serikat kaliber ini juga dikenal sebagai 223 Remington (angka ini menunjukkan diameter kepala peluru dalam inci).

Senjata SS-1 diproduksi oleh PT Pindad dengan lisensi dari FN Belgia. Senjata itu merupakan modifikasi dari senjata serbu FNC (Fabrique Nationale Carbine) buatan FN Belgia yang disesuaikan prajurit Indonesia. (Ali Imron Hamid-46v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA