| Senin, 03 Juli 2006 | OLAHRAGA |
Nadal Kalahkan AgassiLONDON - Suasana emosional menggelayuti perpisahan Andre Agassi di Wimbledon. Tetapi petenis asal Las Vegas yang sempat berlinang air mata itu langsung menyambut Rafael Nadal sebagai petenis yang tidak dapat disepelekan saat tampil di lapangan rumput. Penampilan ke-14 sekaligus terakhir Agassi di All England Club di mana ia menjadi juara pada 1992 berakhir dengan kekalahan 6-7 (5/7), 2-6, 4-6 di tangan petenis Spanyol yang hanya lebih tua satu tahun dari Agassi saat ia tampil dalam debutnya pada 1987. Nadal, juara dua kali Prancis Terbuka, tidak pernah melaju lebih dari babak ketiga dalam dua kali penampilannya di Wimbledon. Dan ia akan berhadapan dengan petenis kualifikasi asal Georgia Irakli Labadze pada babak keempat. "Saat berusia 18 tahun hal yang ada di kepala ialah memetik poin berikutnya dan mereka tidak memikirkan untuk menyamakan kedudukan," katanya. "Saya melihat hal itu dalam diri Nadal. Ia memiliki rasa profesionalisme. Terkadang, dibutuhkan waktu tiga menit untuk merebut poin berikutnya," kata Agassi. Terlepas dari hal itu, Agassi yakin bahwa Nadal belajar secara perlahan-lahan tentang cara bermain di lapangan rumput. "Jika ia memutuskan untuk sedikit mempercepat permainannya, maka ia akan menjadi petenis yang berbahaya," kata Agassi. Agassi menyatakan, salah satu senjata yang dapat diandalkan Nadal ialah pergerakan lincahnya di lapangan. "Saya pikir, ia adalah petenis yang memiliki pergerakan paling lincah. Ia tampaknya bisa memukul dan mengantisipasi semua bola yang ada di hadapannya. Ia bisa menjadi ancaman besar di lapangan ini." Sebagai tanda hormat untuk Agassi, Nadal tidak menunjukkan kegembiraan secara berlebihan untuk merayakan kemenangannya. "Ini bukan hari bagi saya untuk merayakan kemenangan. Ini adalah hari untuknya." (ant-28) |