logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Juli 2006 NASIONAL
Line

Bukhori dan Fuad Diselesaikan Dahulu

  • Sidang Asrama Haji Digelar Hari Ini

SEMARANG - Sidang perkara dugaan korupsi renovasi Asrama Haji dan Islamic Centre di Manyaran Semarang tahun 2003 senilai Rp 2,064 miliar dengan terdakwa staf Kanwil Depag Jateng Bukhori Muslim (pimpinan proyek) akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, hari ini (Senin, 3/7).

Sidang kasus Asrama Haji itu sempat tertunda dua kali. Penundaan sidang dua pekan lalu itu dilakukan karena ketua majelis hakim Sudaryatno menginginkan pemeriksaan saksi-saksi perkara dugaan korupsi pengadaan tanah Balai Diklat Depag dengan terdakwa Bukhori Muslim dan Muh Fuad itu diselesaikan terlebih dahulu.

Penundaan kali kedua pada Senin pekan lalu dilakukan karena jaksa tidak menghadirkan saksi-saksi dalam perkara tersebut. Jaksa Eko Purwanto mengatakan, dirinya tidak menghadirkan saksi-saksi untuk perkara Asrama Haji karena sebelumnya hakim meminta menghadirkan saksi-saksi untuk perkara Balai Diklat.

Sakit Parah

Sudaryatno yang dapat memaklumi penjelasan tersebut kemudian memerintahkan jaksa menghadirkan dua atau tiga saksi bagi perkara Asrama Haji untuk mulai diperiksa di persidangan pada hari ini.

Terdakwa kasus Asrama Haji sebenarnya bukan hanya Bukhori. Masih ada satu terdakwa lagi, yaitu Muchsin Alatas, dirut PT Daya Manunggal Utama yang menjadi rekanan dalam pengerjaan renovasi Asrama Haji di Manyaran itu. Namun karena Muchsin sakit parah, ia belum bisa dihadirkan ke persidangan.

Fuad yang hanya didakwa dalam perkara Balai Diklat itu akan dihadirkan lagi ke persidangan setelah proses pemeriksaan perkara Bukhori dalam kasus Asrama Haji selesai.

Berkas perkara antara pengadaan tanah Balai Diklat dan perkara renovasi Asrama Haji itu sebenarnya dua berkas yang terpisah. Perkara pengadaan tanah, penyidikannya dilakukan Kejari Semarang, sedangkan perkara Asrama Haji, penyidikannya dilakukan Kejati Jateng. (H30-60n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA