logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Juli 2006 NASIONAL
Line

Kuota Pelaut Belum Terpenuhi

SEMARANG - Kuota pelaut nasional tiap tahun sekitar 2.500 orang hingga kini belum terpenuhi. Sebab, lulusan yang ada belum mencapai sebanyak itu. Apalagi jika ditambah dengan kebutuhan pelaut untuk pelayaran internasional.

Dalam percakapan dengan Suara Merdeka belum lama ini, Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Capt Djoko Subandrijo mengatakan, jumlah pelaut di Indonesia masih kurang dibanding dengan kebutuhan.

Sebab itu, prospek kerja di dunia maritim masih memiliki peluang besar dibanding peluang di darat. Bahkan, kebutuhan pelaut di Jepang selama ini juga banyak membutuhkan tenaga dari Indonesia, namun Indonesia hanya mampu memenuhi sekitar dua persen dari seluruh kebutuhan.

Itu sebabnya, pihaknya mengirimkan 50 kadet atau taruna dari jurusan nautika dan teknika yang memiliki indeks prestasi terbaik serta kemampuan bahasa Inggris untuk praktik di kapal-kapal milik perusahaan Hanjin Korea.

Selain itu, juga mengirim 20 taruna untuk belajar di kapal-kapal training ship dan perusahaan pelayaran Jepang. Bagi yang praktik di kapal Hanjin Korea, mendapat uang saku dari perusahaan tersebut sebanyak 200 dolar AS.

''Para taruna tersebut juga telah dilengkapi berbagai sertifikat standar nasional maupun internasional sesuai dengan International Maritime Organization (IMO) seperti Basic Safety Training, Advance Fire Fighting, Sea Survival Craft and Resque, dan International Safety Management Code," ujarnya. (E1-60a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA