logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Juli 2006 SEMARANG
Line

"Jangan Paksakan Anak"

MENGHADAPI PSB, orang tua sering memaksakan anaknya masuk sekolah favorit atau sekolah unggulan. Fenomena ini terjadi dari tahun ke tahun. Padahal, kemampuan anak belum tentu sesuai dengan standar minimal yang dipersyaratkan sekolah.

Alhasil, segala cara ditempuh orang tua agar anaknya bisa masuk sekolah favorit. Mulai dari menggunakan uang atau ''dititipkan''. Memang diakui, masuk sekolah favorit merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Celakanya, keinginan orang tua yang akhirnya menjadi ambisi itu justru akan berdampak negatif kepada anak.

Kepala SMAN 1 Salatiga Drs Samtono MSi mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya sejak beberapa tahun lalu selalu diisi oleh siswa-siswa cerdas.

Dia mengakui ada beberapa orang tua yang sangat memaksakan anaknya diterima menjadi siswa SMAN 1.

''Saya menyarankan agar anak yang kemampuannya di bawah standar jangan dipaksakan masuk sekolah kami. Akhirnya anak itu akan kepontang-panting saat bersaing dalam pelajaran dengan siswa lainnya setelah proses pembelajaran dimulai,'' ujarnya.

Mungkin kalau berusaha mendaftar tidak menjadi masalah. Tetapi setelah melihat peringkat dalam pengumuman jurnal berada di urutan bawah, sebaiknya segera mencabut pendaftaran dan memilih sekolah lain.

Bukan Sombong

Menurut Samtono, hal itu dilakukan bukan berarti pihak sekolah sombong dalam memilih siswa, melainkan untuk membantu orang tua dan siswa memilih sekolah yang tepat. ''Hal itu jauh berbeda jika memang anak itu cerdas, sehingga nantinya tidak menjadi masalah setelah mengikuti kegiatan belajar,'' paparnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMPN 9 Drs HM Munadzir MSi. Menurutnya, memilih sekolah yang akan ditempuh anak tidak harus karena gengsi orang tua. Sebab, pendidikan sebenarnya adalah kebutuhan, bukan gengsi. Karena itu, dia berharap peran orang tua dapat mengarahkan anaknya memilih sekolah berdasarkan kemampuan. (Surya Yuli P-37d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA