logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Juli 2006 SEMARANG
Line

Sekolah Favorit Batasi Pendaftar

SALATIGA - Hari pertama pendaftaran siswa baru (PSB), sejumlah sekolah favorit baik SMP/MTs maupun SMA/MA/SMK di Kota Salatiga langsung diburu siswa dan orang tuanya, Sabtu (1/7).

Beberapa sekolah favorit diperkirakan sudah mengumumkan jurnal siswa yang bakal diterima, Senin (3/7) pagi. Umumnya sekolah favorit yang menjadi incaran siswa dan orang tua itu adalah sekolah negeri, terutama yang berada di tengah Kota Salatiga. Namun, beberapa sekolah unggulan swasta lainnya tetap diminati karena ramai pendaftar.

Kepala SMAN 1 Salatiga Drs Samtono MSi mengatakan, daya tampung siswa baru sekolahnya 380 anak yang terbagi dalam 10 kelas. Sedangkan pendaftar yang diperkirakan bakal mengambil formulir sebanyak 500 - 600 siswa. ''Untuk menyaring pendaftar kami menggunakan seleksi sistem jurnal perolehan nilai dari tiga mata pelajaran hasil ujian nasional (UN) siswa,'' ujar Samtono.

Dia mengakui, seperti tahun-tahun sebelumnya sekolahnya memang diminati ratusan pelajar yang memiliki nilai di atas rata-rata. Meski demikian, untuk menyaring jumlah pendaftar tidak dilakukan tes tertulis, tetapi cukup dengan jurnal nilai perolehan UN.

SMAN 3 bakal menerima 280 siswa yang terbagi dalam tujuh kelas. Kepala SMAN 3 Drs Suyitmujirno mengungkapkan, seleksi siswa baru akan menggunakan jurnal berdasarkan peroleh hasil tes UN.

Sementara di tingkat SMP, pendaftar juga mulai banyak yang datang di SMPN 1 Salatiga. Namun, yang mendaftar baru 149 siswa. Daya tampung sekolah tersebut 240 siswa yang terbagi dalam enam kelas. ''Senin pagi jurnal hasil ujian akhir sekolah (UAS) sudah terpasang. Meski demikian, kami masih membuka pendaftaran hingga Rabu (5/7)".

Tes Kemampuan

Kepala SMPN 1 Jatman menjelaskan, walau menggunakan jurnal sekolah, tetap akan menggelar tes kemampuan bagi siswa baru. Tes masuk itu dilakukan sesuai dengan kesepakatan guru agar memperoleh siswa yang berkualitas baik. ''Tes itu dilakukan karena sekolah kami merupakan sekolah standar nasional (SSN),'' paparnya.

Kepala SMPN 9 Drs HM Munadzir MSi mengatakan, sekolah telah menyediakan enam kelas dengan daya tampung tiap kelas 40 siswa. Dari enam kelas itu, satu kelas akan menjadi kelas khusus dengan penyampaian mata pelajaran dalam Bahasa Inggris (imersi). Adapun sistem seleksi PSB menggunakan jurnal UAS.

Sementara itu, beberapa sekolah lainnya hanya bisa pasrah menghadapi PSB. Namun, tingginya persaingan dalam menjaring siswa tidak membuat mereka putus harapan, karena pada akhirnya banyak siswa yang tidak diterima di sekolah favorit memutuskan sekolah di tempat tersebut.

Kepala SMA PGRI Dra Nanik Rahastuti dan Kepala SMK Kristen 2 Dra Ertina Lydia mengungkapkan, sekolah mereka jarang melakukan seleksi siswa baru. Siapa pun siswa yang mendaftar kemungkinan besar akan diterima. ''Kalau segi kualitas sekolah tidak berbeda,'' papar Ertina.

Sementara itu, Kepala SMP Muhamadiyah Yudi Haryono mengakui banyak siswa yang memilih sekolah negeri. Namun, kualitas pendidikan yang ditawarkan sekolah yang dipimpinnya tidak berbeda dari sekolah lain. ''Kami yakin banyak siswa yang bakal mendaftar di sekolah kami,'' ujarnya. (H2-37d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA