| Senin, 03 Juli 2006 | SEMARANG |
Disiksa Majikan, Dua PRT KaburSEMARANG UTARA - Nasib malang menimpa dua pembantu rumah tangga (PRT), Daniati (15) warga Desa Kalikuto, Kecamatan Kertek, Wonosobo dan Suparmi (57), warga Desa Ngampel, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Boyolali. Mereka berniat kabur dari rumah majikannya di Jalan Kalimas Raya 35 A Perumahan Tanah Mas, Kelurahan Panggunglor lantaran merasa tersiksa di rumah tersebut. Seperti yang dituturkan Daniati. Dia mengaku telah dipukuli majikannya, Ls (60), hanya gara-gara pekerjaannya tidak beres, Sabtu (1/7). Akibatnya, keningnya gosong-gosong. Bekerja di rumah Ls sejak Selasa (27/6), bentakan-bentakan selalu dia terima. Bahkan, majikannya itu kerap mengiringi dengan aksi pemukulan ke kepala dan wajahnya. Niat ingin pulang makin menjadi ketika dia diperintah majikannya membersihkan serambi rumah, Sabtu (1/7) pukul 07.00. Saat itu, pekerjaannya dinilai sang majikan tidak beres. Daniati lantas dipukuli kepala dan wajahnya. Dia pun ketakutan dan berniat pergi dari rumah itu. Sejumlah pakaian telah dikemasinya tetapi tak bisa keluar rumah karena pintu gerbang digembok. Dia pun berteriak-teriak meminta tolong kepada warga sekitar dari balik pagar besi. Teriakan gadis di bawah umur itu didengar seorang satpam di lingkungan perumahan tersebut, Purnomo (23), warga Kampung Bomlama, Kelurahan Kuningan. Pemuda itu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Utara. ''Saya melapor kali pertama, petugas belum datang. Sementara PRT itu masih menangis dan berteriak-teriak meminta tolong agar dikeluarkan. Namun, saya tidak bisa menolongnya karena pintunya terkunci dari dalam. Saya kemudian menghubungi polisi lagi. Beberapa menit kemudian aparat pun datang,'' tuturnya. Kedatangan aparat Polsek Semarang Utara melegakan Daniati. Pasalnya, majikannya tak bisa menolak keinginan polisi yang ingin mengecek laporan penganiayaan itu. Begitu pintu gerbang dibuka, pembantu itu langsung meminta keluar dari rumah tersebut. Polisi kemudian mengamankannya ke dalam mobil Patroli. Sementara itu, personel kepolisian lainnya berusaha memeriksa Ls namun sang majikan itu terus menghindari pertanyaan. Pihak berwajib kemudian memintanya agar datang ke Polsek untuk diperiksa. Akan tetapi, perempuan itu kurang merespons permintaan tersebut. Bujuk Pelaku Dani mengaku ingin keluar dan mencari lagi majikan yang lebih baik. Yang lebih dia rindukan adalah bisa bekerja bersama adik kemenakannya, Leni Lestiani (12), yang hingga sekarang tak diketahui keberadaannya. ''Kami dahulu berangkat bekerja bersama-sama. Kata makelar, Mbak Rukmini, kami akan bekerja dalam satu rumah. Namun, kenyataannya kok dipisah. Sampai sekarang saya tidak tahu di mana dia bekerja,'' ungkap Daniati yang mengaku tak tahu upah yang akan dia dapatkan selama bekerja di rumah Ls. Hal yang sama disampaikan Suparmi, PRT lainnya. Selama enam hari bekerja, Ls tidak pernah bicara baik-baik. Dia selalu marah-marah dengan mengeluarkan kata-kata kotor kepada siapa saja yang dia anggap melakukan kesalahan. (G5-62j) |