| Senin, 03 Juli 2006 | SEMARANG |
2.076 Ha Tanaman Padi Rusak Diserang TikusGROBOGAN - Sekitar 2.076 hektare (ha) tanaman padi di Kabupaten Grobogan rusak akibat diserang tikus. Dari 10 daerah kecamatan yang menjadi sasaran serangan, tingkat serangan paling besar terjadi di Kecamatan Klambu. Di daerah itu didapati 579 ha tanaman padi yang diserang, namun tidak ada yang rusak parah ataupun puso. Tahun lalu, daerah tersebut dan Penawangan menjadi sasaran serangan paling hebat. Selain lokasi serangan berdekatan dengan Sungai Serang, tikus di daerah itu berkembang biak di tanggul sungai dan irigasi teknis. Karena itu, Dinas Pertanian meminta petani di Klambu kompak dan terpadu membasmi hama tersebut. ''Sebenarnya petani di daerah ini sudah kerap menggropyok tikus. Tetapi, setiap tahun, terutama menjelang kemarau, tikus mulai bermunculan lagi. Bahkan, dalam sekejap hampir semua areal tanaman padi didapati serangan hama itu,'' kata Yatin (41), petani Klambu, kemarin. Terpadu Dia mengatakan, sekali menyerang, tikus bisa merusakkan belasan ha. Sebab, sekali serangan mencapai ratusan ekor, sehingga cara pembasmian harus terpadu dan terprogram. Artinya, tidak hanya petani di daerah serangan saja yang melakukan penggropyokan dan pengemposan, tetapi petani yang berdekatan dengan lahan itu harus mengimbangi dengan gerakan yang sama. Bila satu lokasi dibersihkan, hama pengganggu tanaman tersebut langsung pindah ke tempat yang aman. Untuk merangsang petani menggropyok, Dinas Pertanian perlu mengundang pengusaha emposan dan obat-obatan pembasmi tikus untuk membantu sekaligus mempromosikan hasil produksinya dengan mengadakan pengemposan, sehingga semua daerah sasaran serangan dapat ditanggulangi dengan cepat. Tikus umumnya bersarang di tanggul irigasi teknis, tanggul sungai, dan galengan sawah. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Grobogan, Edhie Sudaryanto, mengatakan, tidak ada tanaman yang puso. Namun, beberapa di antaranya rusak, meski kerusakan tidak parah, karena sebagian masih bisa dipanen. Sehubungan serangan tersebut, pihaknya telah menyediakan obat emposan dan alatnya untuk penggropyokan di daerah-daerah serangan. Penanggulangan hama itu memang harus dilakukan secara terpadu dan terprogram. Sebab, tikus menyerang dengan sangat cepat. Begitu pula cara berkembang biaknya. (A23-37h) |