| Senin, 03 Juli 2006 | SEMARANG |
Antisipasi Hacker, Gunakan Linux
SEMARANG - Senin (3/7) ini penerimaan peserta didik (PPD) untuk jenjang SMP dan SMA sederajat akan dilaksanakan serentak. Seperti halnya tahun sebelumnya, untuk SMA digunakan sistem online. Meski sudah melakukan simulasi demi kelancaran pelaksanaannya, pengelola tetap melakukan beberapa antisipasi. Hal itu untuk mencegah terjadinya gangguan yang bisa saja timbul. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah dengan menggunakan program tertentu untuk mencegah adanya hacker atau perusak program. Untuk PPD tahun ini, ungkap Direktur PT Gemah Ripah Lestari sebagai pemenang lelang pengelolaan IT PPD Dr Ir Edi Noersasongko MKom, program yang digunakan adalah Linux. Penggunaan program ini sebagai langkah antisipasi bukanlah tanpa alasan. ''Linux relatif lebih aman dibandingkan dengan Windows.'' Selain itu, Linux merupakan program baru yang relatif sulit sehingga dalam pengoperasiannya belum banyak orang yang menguasai. Kendati sudah menggunakan program itu, tetap ada pemantauan 24 jam. Password Tindakan antisipasi yang dilakukan tidak cukup sampai di situ. Penggunaan kata sandi dipilih sebagai bentuk pengamanan yang lain. ''Password tersebut mulai saat akan menyalakan komputer, membuka aplikasi, hingga pengiriman data.'' Di samping itu, lanjut Edi, jaringan telepon yang digunakan sudah didaftarkan pada Kantor Pengelolaan Data Elektronik (KPDE) Provinsi. Dengan demikian, selain yang telah terdaftar tersebut tidak akan dapat masuk ke dalam sistem yang ada pada komputer KPDE. Dari simulasi yang telah dilakukan, tidak semua line telepon yang dimiliki sekolah bisa digunakan. Dua sekolah yang harus menggunakan jasa kurir karena data tidak dapat dikirim melalui internet. Yaitu SMAN 16 dan SMAN 11. Untuk SMA 16 dipastikan menggunakan jasa kurir, mengingat belum adanya jaringan telepon di sekolah itu. ''Yang ada hanya telepon Flexi. Padahal, sistem komputer di KPDE tidak bisa menggunakan jaringan itu,'' urainya. Sementara itu, di SMA 11 sudah ada jaringan telepon tetapi sinyalnya sering mengalami gangguan. Hal itu nantinya akan mengakibatkan terganggunya pengiriman data. Untuk mencegah hal itu, pengelola sudah menghubungi PT Telkom untuk melakukan perbaikan. ''Jika dalam pelaksanaannya nanti gangguan tersebut tetap terjadi, kami akan menggunakan kurir. Selama pelaksanaan PPD ini disediakan tiga orang.'' Untuk mengantisipasi adanya pemadaman listrik, pengelola juga sudah menghubungi PT PLN. Jika nantinya pemadaman tak dapat dihindarkan, pihaknya sudah menyediakan laptop sebagai pengganti. ''Kami menyediakan sedikitnya 20 buah untuk mengantisipasinya.'' Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Sri Santosa mengharapkan, pelaksanaan PPD kali ini akan lebih lancar daripada sebelumnya. ''Gangguan-gangguan yang mungkin terjadi sebisa mungkin diantisipasi sejak awal,'' tandasnya. (H31,H23-18j) |