| Senin, 03 Juli 2006 | SEMARANG |
Sepak Bola Api di Az-ZuhriWORLD Cup 2006 di Jerman memang menarik perhatian para bola mania. Kelihaian para pemain dalam mengolah bola di lapangan hijau kerap membikin mereka tergila-gila. Namun, sebuah pertandingan sepak bola di Lapangan Ketileng, Tembalang, Sabtu (1/7) malam lalu, tak kalah memesona dari turnamen yang dihelat FIFA itu. Terang saja, sebab yang dipakai bukan bola biasa melainkan buah durian dan kelapa kering yang dibakar api. Atraksi nggegirisi itu dimainkan para santri Pondok Pesantren Az-Zuhri dalam rangka haflah (perayaan) ulang tahun ke-17 pesantren yang beralamat di Jalan Ketileng Raya 13 A Sendangmulyo, Tembalang tersebut. Berbeda dari pertandingan sepak bola biasa, para pemain tak mengenakan kostum sebagaimana mestinya. Mereka justru berbaju koko dengan bawahan sarung atau celana pangsi. Lebih gila lagi, para pemain bertelanjang kaki. Apa kaki mereka tidak sakit? Entahlah, yang jelas para santri yang sehari-hari belajar ilmu agama di bawah bimbingan KH Muhammad Saeful Anwar Zuhri Rosyid itu tampak asyik-asyik saja. Mereka menyepak, menggiring, dan mengontrol bola api dan durian selayaknya bola biasa. Tak ayal atraksi unik tersebut menarik perhatian ratusan orang untuk datang dan menyaksikan. Tak cuma para santri, warga yang tinggal di kampung-kampung sekitar pondok pesantren itu pun menyaksikannya. Lapangan Ketileng yang digunakan sebagai ajang unjuk kebolehan pun rapat dikelilingi ratusan manusia. Arak-arakan Santri Pertandingan dibuka dengan sepak bola api yang dimainkan santri anak-anak lalu berturut-turut dilanjutkan santri putri dan putra. Setiap pertandingan hanya berdurasi 15 menit tanpa pembagian babak. Setelah itu, mereka berturut-turut kembali turun ke lapangan. Kali ini bolanya diganti dengan buah durian yang berduri tajam. KH Muhammad Saeful Anwar Zuhri Rosyid tampak hadir di lapangan. Tak hanya menonton, ulama kharismatik yang akrab disapa Abah Ipul itu juga turut bermain. Sebelum dilakukan kick off, dia bahkan unjuk kebolehan menyundul buah durian berkali-kali. Setelah atraksi sepak bola api, acara dilanjutkan dengan pengajian umum. Tampil sebagai pembicara Mudir Aam KH Muhammad Saeful Anwar Zuhri Rosyid. Sebagai pamungkas, digelar pekeliran ringgit purwa oleh dalang Ki HM Gendon Permono dengan lakon Semar Mbangun Padepokan. ''Ini acara tahunan yang telah menjadi tradisi di Pondok Pesantren Az-Zuhri,'' ujar ketua panitia Drs Herry Supangkat MSi. (Rukardi-62j) |