logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Juli 2006 SEMARANG
Line

Kuota Jamaah Haji Sudah Terisi 97%

SEMARANG - Kuota calon jamaah haji (calhaj) Kota Semarang telah terisi 97%. Dari jatah 2.770 orang, sesuai dengan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kanwil Depag telah terdaftar 2.692. Umumnya mereka telah siap melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang diperkirakan SK-nya keluar Juli ini.

Kasi Gara Haji dan Umrah Depag Kota Drs H Maksum mengemukakan, berdasarkan SK Dirjen Bimas Idlam dan Penyelenggaraan Haji Nomor D/163/2004, pendaftaran dilakukan sepanjang tahun dengan sistem tabungan. Prioritas pemberangkatan haji ditujukan kepada calon yang berangkat kali pertama.

''Mereka yang sudah pernah melaksanakan haji, berdasarkan peraturan Menag, masuk dalam daftar tunggu,'' ujarnya, baru-baru ini.

Dia menyebutkan, pembimbing calon haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) atau karena menjadi muhrim dari keluarga (istri, ibu kandung, anak kandung, atau saudara kandung) memperoleh pengecualian untuk berangkat lagi ke Tanah Suci. Pada tahun ini tercatat 140 calhal yang telah pernah naik haji.

''Kami mengimbau, untuk secepatnya menyerahkan lembar tabungan haji untuk memudahkan pendataan. Selain itu mereka harus aktif dalam kegiatan manasik karena semua informasi terkait dengan penyelenggaraan haji akan disampaikan lewat tempat manasik masing-masing,'' paparnya.

Gelar Manasik

Untuk membekali para calhaj, mulai Minggu (2/7), Depag Kota menggelar manasik mandiri. Pembekalan itu sangat penting untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap proses perjalanan dan tata cara ibadah haji.

Manasik dilaksanakan 10 kali pertemuan, terdiri atas teori dan praktik. Untuk praktik manasik, dibagi dalam 12 kelompok yang melaksanakan kegiatan itu di tempat bimbingan yang berbeda-beda.

Ke-12 tempat yang dipakai praktik manasik, yaitu Masjid Attaqwa belakang Gubernuran, Masjid Perhutani Provinsi Jateng, Masjid Polda Jalan Pahlawan, Masjid Alfurqon belakang Kejati, Masjid YAMP Undip Jalan Atmodirono, serta Masjid Alikhlas Jalan Slamet Riyadi. Juga, di Masjid RSJ Pedurungan Jalan Majapahit, Masjid Walisongo Kampus III IAIN, Masjid Nurul Yaqin YAMP Kalibanteng, Masjid Alazhar Jalan Keruing Raya Banyumanik, serta Masjid Almuawanah Perhutani Jalan Dokter Cipto.

Yang bergabung dalam KBIH, imbau Maksum, agar selektif memilih terutama terkait dengan keabsahannya. KBIH resmi mengantongi SK perizinan dari Kanwil Depag Jateng.

''Saat ini ditengarai ada kelompok-kelompok liar yang mengatasnamakan KBIH dan pada gilirannya membingungkan serta merugikan calhaj. Kami sudah memperoleh laporan tentang KBIH liar dan telah menindaklanjuti dengan penyelidikan serta peringatan kepada mereka.'' (H9-18j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA