| Senin, 03 Juli 2006 | SEMARANG |
LIPUTAN SALATIGARumah Terbakar, Satu TewasJAMBU - Rumah Hadi Permono (65), warga Dusun Jenganti, Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang terbakar Sabtu (1/7) malam sekitar pukul 20.30. Dalam kejadian itu Hadi tewas, hangus terbakar di dalam kamarnya. Kematian Hadi diduga karena tidak bisa menyelamatkan diri. Sudah dua tahun dia tidak bisa berjalan setelah terkena stroke beberapa waktu lalu. Warga mendapati tubuh korban setelah api bisa dipadamkan lebih kurang satu jam kemudian. Sekitar pukul 02.00, Minggu dini hari, warga dusun menguburkan korban di Pemakamam Umum Desa Kebondalem. Mengenai penyebab kebakaran di rumah mantan tukang pijat tradisional itu banyak spekulasi bermunculan, mulai dari akibat hubungan arus pendek listrik sampai nyala lilin. Namun untuk kedua dugaan tersebut dibantah putri sulung Hadi, Sri Indahwati (18). Dia bahkan sama sekali tidak mengetahui penyebab terjadinya kebakaran tersebut. ''Kalau listrik kecil kemungkinan karena bagian belakang dan tengah rumah sudah tidak ada instalasinya. Listrik ada di kamar saya dan teras. Kalau lilin tidak mungkin. Sebelum kejadian, saya diminta bapak untuk beli lilin,'' ungkap dia, Minggu (2/7). Sri mengetahui api sudah besar saat masih berada di warung. Sementara itu adiknya, Edi Sutrisno, sedang main di rumah temannya untuk merayakan kelulusan. Saat kejadian, ujar Sri, Hadi memang seorang diri. Ibunya, Suprihati (40), sejak delapan bulan lalu bekerja di Arab Saudi menjadi TKW. Tetangga di depan rumah Hadi juga banyak yang tidak mengetahui kapan api mulai menghanguskan rumah. Sumantiyah, salah seorang tetangga korban, baru mengetahui ada kebakaran setelah si jago merah membesar. ''Saya masih bersama cucu di dalam kamar, tahu-tahu ruangan kamar jadi terang, tidak tahunya ada kebakaran,'' tutur dia. Kepala Dusun Jenganti, Pono (50), mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan musibah itu ke Kecamatan dan Polsek Jambu. Setelah itu ada beberapa polisi yang datang menyelidiki. ''Mereka mengatakan, kebakaran itu diduga akibat hubungan arus pendek.'' Dia menyebutkan, setelah melihat api sudah besar warga dengan perlengkapan seadanya bersama-sama berusaha memadamkan. Karena perlengkapan minim, api baru bisa dipadamkam lebih kurang satu jam kemudian. ''Warga mau memadamkan, api sudah sampai bagian depan. Karena rumah terbuat dari papan, api sangat cepat menjalar.'' Pono juga sudah mengajukan surat permohonan bantuan kepada perangkat desa dan kecamatan agar turut membantu dua anak Hadi. (dky-37j) |