logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Juli 2006 INTERNASIONAL
Line

Bolivia Pilih Majelis Nasional

LA PAZ - Rakyat Bolivia Minggu waktu setempat memilih anggota Majelis Nasional untuk mereformasi konstitusi negara itu. Presiden Evo Morales menyatakan, langkah itu akan mendukung upaya reformasi dan pemberdayaan masyarakat miskin yang mayoritas suku Indian.

Reformasi konstitusi merupakan janji utama Morales saat berkampanye dalam pemilihan presiden Januari lalu. Morales merupakan presiden pertama Bolivia yang berasal dari suku Indian. Selama sekitar 500 tahun, negara itu didominasi elite politik kulit putih.

Tempat-tempat pemungutan suara mulai dibuka pada pukul 08.00 waktu setempat (19.00 WIB). Pemungutan suara itu juga mencakup referendum tentang otonomi lebih luas untuk pemerintah-pemerintah daerah.

Saat hendak memasuki TPS di desa kelahirannya, Morales ditaburi konfeti. Dia berkalungkan rangkaian daun koka. Morales berasal dari desa penghasil koka di kawasan Chapare. Karir politiknya dimulai dari serikat petani koka.

Ujian Pertama

Pemungutan suara ini merupakan ujian pertama Morales. Sejumlah jajak pendapat memprediksikan partainya akan meraih kemenangan besar. Pada hari-hari terakhir kampanye, dia diprediksi memperoleh 70 persen kursi Majelis Nasional.

Morales menyatakan, hasil pemilu ini akan menentukan upaya untuk melakukan konsolidasi perubahan. Dia telah menasionalisasi sektor industri energi Bolivia Mei lalu. Dia juga bertekad mencantumkan klausul bahwa seluruh sumber daya alam dikuasai negara.

Referendum ini mengenai pemberian otonomi lebih luas kepada sembilan daerah di Bolivia. Morales tidak mendukung otonomi luas itu. Para pengamat mengatakan, kubu oposisi yang mendominasi provinsi kaya Santa Cruz mengampanyekan opsi pro-otonomi.

Puluhan ribu pendukung otonomi pekan lalu turun ke jalan di ibu kota Provinsi Santa Cruz. Mereka mendukung pilihan ''Ya'' dalam referendum itu. Partai-partai oposisi memanfaatkan kekhawatiran tentang pengaruh Venezuela pada Bolivia.

Jajak pendapat majalah La Epoca menyatakan, 81 persen rakyat Bolivia mendukung Morales. Para oposan khawatir, pemerintahan Morales akan melakukan reformasi radikal terhadap konstitusi.

Usulan pemerintahan Morales antara lain pemberian hak kepada komunitas suku Indian untuk memutuskan pengelolaan lahan dan sumber alam di wilayah mereka. Usulan yang lain adalah kemandirian pada administrasi peradilan dan pemerintah lokal sesuai dengan tradisi Indian.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA