logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Juli 2006 INTERNASIONAL
Line

Irak Buru Istri dan Putri Saddam Hussein

BAGDAD - Pemerintah Irak Minggu kemarin memasukkan putri tertua dan istri Saddam Hussein ke dalam daftar 41 buronan yang berkaitan dengan terorisme.

Urutan pertama di daftar itu adalah Izzat Ibrahim al-Douri, mantan deputi Saddam. Daftar itu juga mencantumkan pengganti Abu Musab al-Zarqawi sebagai pemimpin baru Al Qaedah Irak, yaitu Abu Ayyub al-Masri.

Kemarin, Kepala Penasihat Keamanan Nasional Irak Mowaffak al-Rubaie mengatakan jenazah Zarqawi telah dimakamkan di suatu tempat rahasia di Irak. Zarqawi tewas akibat serangan udara Amerika Serikat 7 Juni lalu.

Raghd (40), putri Saddam, telah melakukan peranan utama dalam mengatur tim pembela hukum Saddam. Dia diduga menghabiskan banyak waktunya di Yordania. Saddam saat ini diadili dengan dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ibunya, Sajida, juga masuk dalam daftar buron teroris tersebut.

''Orang-orang ini melakukan sebagian besar serangan bom,'' kata Rubaie di Bagdad.

Makam Zarqawi

Rubaie mengumumkan daftar itu sehari setelah aksi pengeboman yang menewaskan sedikitnya 66 orang di sebuah pasar distrik Syiah di Bagdad timur. Itu merupakan peledakan bom yang memakan paling banyak korban selama tiga bulan terakhir.

Pejabat penasihat keamanan nasional itu juga mengimbau rakyat Irak untuk menyerahkan orang-orang yang masuk dalam daftar teroris tersebut. Tokoh-tokoh senior Partai Baath dan militan Al Qaedah masuk dalam daftar itu.

Rubaie kemarin menjelaskan, pemakaman Zarqawi dilakukan belum lama ini. ''Otoritas Irak belum lama ini memakamkan jenazah Zarqawi di suatu tempat yang dirahasiakan,'' kata Rubaie kepada Reuters.

Pemerintah Irak tidak ingin makam militan asal Yordania itu dikeramatkan. Karena itu, tempatnya dirahasiakan.

Melalui internet, pemimpin Al Qaedah Usamah bin Ladin mendesak militer AS untuk menyerahkan jenazah Zarqawi kepada keluarganya. Dia juga mengatakan, pemimpin Yordania Raja Abdullah seharusnya mengizinkan jenazah Zarqawi dimakamkan di kota kelahirannya.

''Anda (Raja Abdullah) telah menolak jenazah Abu Musab dikembalikan ke negara asalnya,'' demikian rekaman suara Usamah. ''Apa yang Anda takutkan adalah pemakaman Zarqawi akan menjadi besar. Hal itu menunjukkan besarnya simpati umat Islam kepada sang mujahid.''

Juru bicara militer Amerika tidak mau berkomentar mengenai pemakaman Zarqawi. Juru bicara itu hanya mengatakan, jenazah Zarqawi telah diserahkan kepada pemerintah Irak. Dia tidak menyebutkan kapan penyerahan jenazah itu dilakukan.

Sementara itu, sebuah bom meledak di jendela sebuah restoran populer di Bagdad kemarin pagi. Kementerian Dalam Negeri menyatakan, ledakan bom itu menewaskan dua orang dan melukai 13 lainnya. Ledakan itu berasal dari bom mobil yang diparkir di depan restoran. (rtr-ant-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA