| Senin, 03 Juli 2006 | EKONOMI |
11 Tahun Telkomsel Memandu Industri Seluler (1)Belum Berpikir Ekspansi ke Luar NegeriSEBELAS tahun masih terhitung seumur jagung untuk perjalanan sebuah bisnis, tetapi bukan alasan untuk tidak memacu diri agar terus berkembang. Itulah yang terjadi pada Telkomsel, penyedia jasa layanan seluler yang 65% sahamnya dimiliki Telkom dan 35% sisanya dikuasai SingTel. Mengawali operasinya dari Batam pada 26 Mei 1995 lalu, perusahaan itu tetap konsisten hingga sekarang dalam menghadirkan kenyamanan berkomunikasi hingga pelosok. Sebenarnya banyak pihak bertanya, mengapa Telkomsel tidak mengembangkan investasi ke luar negeri, padahal dari segi kemampuan dan pembiayaan sangat mendukung. Namun Direktur Utama Kiskenda Suriahardja menandaskan perusahaannya mempunyai komitmen memberikan layanan secara optimal kepada masyarakat Indonesia. Ada obligasi atau semacam kewajiban how to build my country, sehingga belum berpikir mengembangkan sayap bisnis di luar Tanah Air. Komitmen itu diungkapkan dalam kalimat "Telkomsel Peduli Indonesia" sebagai tema peringatan ulang tahunnya yang kesebelas tahun ini yang mencakup peduli pasar, industri, dan lingkungan. Sesuai visinya sebagai penyedia solusi telekomunikasi nirkabel terkemuka di Indonesia, perusahaan itu terus berupaya menyediakan layanan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebagai wujud kepedulian pada pasar jaringannya digelar sampai wilayah kecamatan. Tahun ini menjangkau seluruh kecamatan di Sumatera setelah sebelumnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Lewat produk pascabayar kartu HALO serta prabayar SIMpati dan kartu As menyediakan pilihan solusi berkomunikasi untuk melayani segmentasi yang berbeda-beda. Kepercayaan pasar terus meningkat. Jika pada awal beroperasi hanya memiliki 26.000 pelanggan, sekarang naik berlipat menjadi sekitar 27,5 juta atau menguasai 54% pangsa pasar. Telkomsel memperoleh kepercayaan pasar yang tinggi, karena mampu memenuhi lima parameter kebutuhan dasar. Yakni jaringan yang luas, kualitas jaringan andal, fasilitas produk lengkap, tarif yang wajar, serta pelayanan purnajual. Pada awal beroperasi hanya mempunyai 149 base transceiver station (BTS), tetapi kini telah meningkat drastis menjadi lebih dari 11.000 atau meng-cover sekitar 95% populasi di Tanah Air. Kenyamanan berkomunikasi di luar negeri terjamin, karena bermitra dengan 252 operator international roaming di seluruh belahan dunia. Standar Internasional Melalui high performance network tingkat call completion rate atau kontinuitas kenyamanan berkomunikasinya tercatat 99,5% atau telah memenuhi standar internasional. Untuk mengatasi kepadatan trafik atau lalu lintas komunikasi dan layanan data didukung oleh jaringan dual band terpadu (GSM 900 dan 1800). Selain itu, Global Packet Radio System (GPRS), Wireless Fidelity (WiFi), Enhanced Data rate GSM Evolution (EDGE), dan menyusul teknologi 3G. Produknya dilengkapi fasilitas canggih, antara lain mobile banking, GPRS-MMS, video streaming, hotspot WiFi, m-ATM, Telkomsel Call Me, Nada Sambung Pribadi, dan push e-mail (HaloVentus dan Blackberry). Jaringan layanannya berstandar ISO:9001 versi 2000 setiap tahun hingga sekarang selalu memperoleh penghargaan Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA). Para pelanggan dilayani melalui call centre on line yang gratis langsung dari ponsel, 250 Grapari dan Gerai Halo, 750 kios Halo, 3.000 outlet dealer, 1.000 retail nasional. Telkomsel menerapkan tarif kompetitif dengan zona lokal yang luas sesuai dengan mobilitas sehari-hari pelanggan. Bahkan untuk komunikasi sesama Telkomsel ke seluruh Indonesia diberikan tarif flat hemat. Kepedulian terhadap industri ditunjukkan dengan cara memandu perkembangan industri seluler di Tanah Air, sekaligus memberikan manfaat kepada lingkungan bisnis. Sebagai operator yang kali pertama jangkauannya mencakup seluruh Indonesia menghadirkan kemudahan komunikasi, daya tarik investasi, dan membuka peluang-peluang bisnis baru. Pioner dalam menerapkan mobile banking mampu meningkatkan pelayanan di sektor perbankan dan lingkungan bisnisnya. Kepeloporannya mengoperasikan sistem dual band (GSM 900 dan 1800) telah menginisiasi konsep solusi kapasitas dan layanan data. Melalui layanan GPRS-MMS secara serentak kali pertama Telkomsel membuka peluang usaha bagi bisnis content provider.(Bambang Tri Subeno, wartawan Suara Merdeka di Semarang-33) |