| Senin, 03 Juli 2006 | BUDAYA |
"Hetero: Green'' Budi KustartoSEMARANG - Galeri Semarang, Jalan Dr Cipto 10, kembali menggelar pameran seni rupa. Kali ini karya perupa Budi Kustarto. Pameran tunggal bertajuk ''Hetero: Green'' itu dilaksanakan pada 7-21 Juli. Budi menampilkan 16 karya dwimatra. Dia memperlakukan tubuhnya sendiri menjadi objek semua karya yang dipamerkan itu. Objek tubuh tersebut, sebagaimana pada karya-karya Agus Suwage dan beberapa perupa lain, tidak menjadi sekadar potret diri. Budi yang belajar seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggunakan tubuhnya sebagai medium penyampai gagasan estetik dan ideologis. Pameran tersebut, kata pengelola Galeri Semarang, Chris Darmawan, nyaris tertunda karena terjadi gempa di Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Sebab, rumah sang perupa di Bantul, Yogyakarta, porak-poranda. Untunglah, semua karyanya bisa diselamatkan. Karena itu pameran tunggalnya di Semarang dapat diselenggarakan sesuai dengan rencana semula. Budi Kustarto dilahirkan di Karangbawang, Jawa Tengah, 4 Januari 1972. Dia menjalani pendidikan seni rupa di Jurusan Desain Komunikasi Visual Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR, 1988-1992) dan Jurusan Seni Patung ISI (1993-2003). Sebelum pameran ''Hetero: Green'', perupa yang masuk 10 besar Philip Morris Indonesia Art Award 1998 itu pernah berpameran tunggal. Misalnya, pameran ''Budi'' di Nadi Gallery Jakarta. Dia juga terlibat beberapa pameran bersama di beberapa kota, baik dalam maupun luar negeri. Pembukaan pameran di Galeri Semarang itu akan dilakukan pada hari Jumat (7/7). Sehari kemudian, Sabtu (8/7) pukul 12.00, diadakan diskusi dengan kurator Hendro Wiyanto. Pameran terbuka bagi umum. (H6-53) |