| Senin, 03 Juli 2006 | BANYUMAS |
Eratkan Hubungan Antar-TPQ lewat JamaispaLAPANGAN bekas SDN 2 Slinga, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga yang biasanya lengang, Minggu (2/7) terlihat semarak. Beberapa bendera warna-warni, umbul-umbul, tratag, panggung, dan kemah-kemah tampak memenuhi tanah lapang yang terletak jauh dari jalan besar itu. Ratusan anak berbusana muslim terlihat hilir mudik di sana. Ya, sejak kemarin hingga Selasa (4/7), di lapangan yang tidak terlalu luas itu digelar Jambore Anak Islam Purbalingga (Jamaispa). Kegiatan yang diadakan oleh Forum Komunikasi Pembina Taman Pendidikan Alquran (FKPTPQ) tersebut diikuti 180 santri. Mereka berasal dari 10 TPQ se-Purbalingga, antara lain dari Kecamatan Pengadegan, Rembang, dan Kaligondang. Dian (10), santri TPQ Ashabul Kahfi, Desa Slinga mengaku senang-senang saja mengikuti Jamaispa. ''Saya baru kali ini ikut kemah seperti ini. Saya senang karena mendapat banyak teman baru. Mumpung sekarang sedang liburan. Daripada bingung di rumah mau ngapain, mending ikut Jamaispa. Bisa menambah pahala,'' katanya, sambil tiduran di kemahnya. Ketua Panitia, Hartawan Bayu Prasetyo menuturkan, selama ini banyak TPQ yang menemui kendala-kendala dalam mengasuh santri atau mengembangkan lembaganya. Solusi pemecahan permasalahan adalah melakukan studi banding ke TPQ lain yang dinilai sudah berhasil. ''Jika studi banding itu dilakukan TPQ sendiri-sendiri, mungkin pemecahan masalahnya kurang tuntas. Karena itu, perlu studi banding yang dilaksanakan bersama-sama. Maka, Jamaispa dilaksanakan. Selain tukar informasi dan silaturahmi, inilah ajang yang tepat untuk eratkan hubungan antar-TPQ,'' paparnya. Tidak Boleh Kemah santriwan dan santriwati peserta Jamaispa dipisahkan pagar bambu tinggi. Tidak sembarang orang boleh masuk area kemah. Pintu masuk area kemah dijaga petugas piket. Orang tua peserta pun tidak diperkenankan masuk, demi kemandirian santri. Panitia menyiapkan tenaga kesehatan untuk berjaga-jaga jika ada peserta yang sakit. Untuk menggali potensi santri, melatih mental, dan penyemangat untuk terus rajin mengaji, panitia mengadakan bermacam-macam lomba. Seperti lomba menyanyi lagu islami, cerdas cermat Alquran, sosiodrama, hafalan juz amma, pidato, tilawah, dan azan. Untuk refreshing, dilakukan tadabbur alam. (Arief Noegroho-42s) |