SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Jumat, 23 Juni 2006

JAKARTA-Pemerintah akan mencairkan sementara pinjaman Consultative Group on Indonesia (CGI) 1,2 miliar dolar AS dari total komitmen yang dijanjikan 3,9 miliar dolar AS. Kebijakan itu diambil untuk menutup defisit anggaran 2006 yang membengkak hingga Rp 42,4 triliun (1,4 persen dari PDB).

SEMARANG-Realisasi pendapatan pajak Kanwil Jawa Bagian Tengah I hingga menjelang semester pertama mencapai Rp 1,5 triliun atau 34,5% dari Rp 4,4 triliun total rencana akhir tahun ini. Diharapkan target itu bisa terpenuhi, mengingat pendapatan pajak terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir.

SRAGEN-Total tabungan di Bank Jateng hingga akhir Mei 2006 tercatat Rp 1,53 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 19,7 % dibandingkan posisi Mei 2005. Khusus untuk Tabungan Bima tercatat Rp 857,8 miliar atau mengalami kenaikan 32,9 % dibanding posisi tahun lalu yang hanya Rp 645,5 miliar.

JAKARTA-Industri sepatu fashion atau casual Indonesia berbasis bahan kulit berpeluang meningkatkan penjualannya di pasar internasional. Saat ini produk Indonesia baru memasok dua persen, senilai 33,3 juta dolar AS, dari seluruh pangsa potensial internasional senilai 579 juta dolar AS. Akibatnya porsi ekspor Indonesia itu diisi negara lain.

JAKARTA-Hasil penelitian Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES) tentang harga BBM, menyimpulkan penentuan harga BBM dapat dikatakan tidak transparan berkaitan dengan data, acuan, metode yang dipakai.

SOLO-Terkait dengan distributor pupuk, baru ada 15 Koperasi Unit Desa (KUD) di wilayah Jawa Tengah yang ditunjuk. Dari jumlah itu, 13 di antaranya sudah terealisasi. Sedangkan dua lainnya saat ini masih dalam proses.

SEMARANG-GM Pertamina Unit Pemasaran IV Sinung Drajat membuka Workshop Manajemen Bengkel Umum Roda-4 bagi 40 usaha kecil bengkel pelumas di wilayah Semarang. Workshop bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra itu digelar 22-23 Juni 2006 di Hotel Metro Semarang.

JAKARTA-Dirut PT Jamsostek (Persero), Iwan P Poncowinoto menawarkan kepada sejumlah eksekutif lembaga keuangan syariah Baitul Mal wat Tanwil (BMT) untuk menyalurkan dana kepada korban bencana alam di DIY dan Klaten guna membantu melakukan recovery ekonomi.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA