logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Juni 2006 NASIONAL
Line

PWNU Mulai Bangun Rumah Korban Gempa

DUA unit hunian sementara di Dusun Birin, Desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Minggu (18/6), diresmikan oleh Ketua PWNU Jawa Tengah KH Drs Muhammad Adnan MA. Peresmian tiga unit hunian tersebut menandai dimulainya pelaksanaan proyek pembangunan 50 unit tahap pertama, yang diprakarsai oleh ormas tersebut.

"Kita targetkan dalam sebulan ini pembangunan 50 unit akan selesai. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah. Kita masih menggalang terus bantuan baik dari warga nahdliyyin maupun dari pendengar Rasika dan jamaah Al Hidmah," kata Muhammad Adnan.

Hunian dengan dua tipe, 3 x 5 meter dan 3 x 6 meter diharapkan mampu memulihkan aktivitas sosial ekonomi warga sehingga kembali berjalan normal.

Gempa yang terjadi 27 Mei lalu telah meluluhlantakkan ribuan rumah dan fasilitas umum di Dusun Birin. Sedikitnya 1.500 jiwa di dusun yang terletak di ujung timur atau 20 km dari kota Klaten tersebut saat ini hidup di bawah tenda-tenda darurat. Sementara itu, lahan pertanian yang menjadi tumpuan sebagian besar penduduk terancam gagal panen, karena para petani cenderung menelantarkan dan tidak mengurus sawahnya pascagempa.

Posko ala Pesantren

Pembangunan hunian PWNU tidak dapat dilepaskan dari peran Posko Rasika Peduli di Dusun Birin yang resmi ditunjuk sebagai pelaksana teknis. Tidak kurang 70 relawan dari berbagai daerah di Jateng setiap hari bergabung di posko yang mulai berdiri sejak Kamis (1/6) lalu.

Posko ini sangat menarik dan berbeda dari posko-posko relawan lainnya. Selain dapur umum, juga pendistribusian logistik dan bantuan tenaga bersih puing bangunan. Posko ini juga menjalankan program yang ketat bagi para relawan. Aktivitas dimulai sejak pukul 03.30 dini hari di dapur umum. Siang hari harus bergelut dengan puing-puing bangunan dan pada malam harinya mengikuti pengajian yang digelar bersama warga sekitar.

"Menghadapi situasi seperti saat ini, warga sangat membutuhkan orientasi spiritual yang sangat kuat. Untuk itu sejak berdirinya posko ini, setiap malamnya kita gelar pengajian bersama warga sekitar. Ini yang membedakan posko kita dengan posko lainnya, karena kita mengadopsi program pesantren," ujar Syahrul Munir, Koordinator Posko Rasika Peduli.

Posko pembanguan hunian PWNU Jateng dilengkapi dengan dapur umum, gudang logistik, barak relawan, tiga hidran umum, MCK umum, dan mushala darurat. Di mushala darurat ini setiap waktu shalat dilaksanakan shalat berjamaah, pengajian malam, pengajian Ahad pagi, dan TPQ.

Ny Harto (janda 65 tahun) dan Ny Sri (53 tahun) adalah orang pertama yang menerima bantuan. Ny Harto, janda tua yang tinggal sendirian yang rumahnya rata dengan tanah, tampak menangis haru ketika menerima bantuan rumah dari Ketua PWNU Jateng.

Dia seakan tidak percaya kalau semua itu tidak dipungut biaya, sampai telontar berkali-kali pertanyaan: "Mangke mbayare pripun?" (Nanti membayarnya bagaimana?). Dijawab Adnan, semua ditanggung warga NU Jateng.

Ketika ditanya wartawan, berapa jumlah rumah yang akan dibangun oleh PWNU, dengan diplomatis Adnan menjawab, "Semangatnya warga NU akan membangunkan rumah RSSS kepada semua korban gempa, baik di Yogya maupun di Jateng, tetapi kemampuan kami terbatas. Untuk itu penyerahan dua rumah ini merupakan bagian tahap awal dari 50 rumah. Insya Allah akan diserahkan pada tanggal 2 Juli 2006, bertepatan dengan diadakannya selamatan 40 hari meninggalnya para syuhada korban gempa di Jateng dan DIY."

Dalam acara penyerahan rumah tersebut, Mohammad Adnan didampingi Wakil Sekretaris PWNU Jateng Drs H. Aufarul Marom MSi, Direktur Rasika Hasanudin SH, KH Munir Abdullah, sesepuh Al Hidmah Jateng serta Ketua RW dan RT setempat. (M Saronji-41v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA