logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

tidar keliling

Polresta Gelar Tiga Operasi

MAGELANG - Polresta Magelang saat ini menggelar tiga operasi sekaligus. Yaitu, operasi penyakit masyarakat meliputi pengemis, pelacuran, dan pengamen. Kemudian operasi pencurian dan pemberatan, serta operasi mengatasi kegiatan terorisme. Berkaitan dengan terorisme, Waka Polresta Magelang Kompol I Ketut Susania SH MH minta kepada pemilik tempat indekos maupun warga yang mengontrakkan rumahnya agar mengetahui jelas identitas orang yang indekos ataupun mengontrak. (P60-39d)

Raih Parahita Eka Praya

TEMANGGUNG - Kabupaten Temanggung selama tahun 2004/2005 meraih dua kali anugerah Parahita Eka Praya dari Presiden RI. Anugerah tersebut diberikan sebagai penghargaan atas upaya pemberdayaan perempuan di wilayahnya. Koordinator Women Child Crisis (WCC) Temanggung sekaligus Kasi Pemberdayaan Perempuan Bagian Kesra Pemkab Temanggung, Iramawati mengatakan, untuk tahun lalu penghargaan diberikan Presiden di istana negara pada 22 Desember 2005. Sementara pada 2006 ini, seleksi untuk memperoleh penghargaan serupa dilaksanakan oleh panitia dari pusat, yang kini sampai pada tahap penilaian administratif. (H24-39d)

Sumur Tercemar Abu

BOROBUDUR- Sumur warga lereng Merapi tercemar abu vulkanik. Air sumur itu diduga menjadi penyebab penyakit tenggorokan bagi peminumnya, yakni serak dan sesak nafas. "Yang tercemar abu vulkanik adalah sumur-sumur yang berada di luar rumah dan tak ditutupi," papar Mudjiono, tokoh masyarakat Dukun. Padahal, kebanyakan warga mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski sudah dimasak, air yang tercemar itu memiliki citarasa khas. "Kalau yang belum biasa, mungkin sangat merasakan perbedaan rasa. Tapi, bagi warga di sini sudah terbiasa dengan rasa seperti itu," ungkapnya.

Mantan anggota FPDI-P, DPRD Kabupaten Magelang masa bakti 1999-2004 itu mengemukakan, hujan abu vulkanik yang terus-menerus mengguyur wilayah Dukun merusak tanaman hortikultura. "Tomat, cabai, melon, semangka, kol serta kembang kol, banyak yang mati atau gagal panen karena klorofil tertutup abu. Dampaknya, produksi menurun dan kualitasnya kurang baik," timpal Suparto, warga Japunan. (pr-39s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA