logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Juni 2006 KEDU & DIY
Line

"Umat Islam, Saya Minta Maaf"

MAGELANG - Mantan Kapolresta Magelang AKBP Drs Jhonny Siahaan SH MH meminta maaf kepada seluruh umat Islam, atas perkataannya yang menyudutkan agama. "Saya sudah datang ke rumah para kiai untuk minta maaf. Selasa (20/6) malam lalu bertemu dengan para kiai dan santri di Ponpes Al Ikhsan Wates, Kota Magelang, dengan tujuan utama minta maaf kepada semua umat Islam. Acara itu dihadiri Ketua MUI Drs H Ismudijono," tuturnya, Kamis (22/6).

Dia menegaskan, tidak ada niat sedikit pun di benaknya untuk menyudutkan agama. Itu terjadi karena khilaf dan terpancing emosi, saat menjadi fasilitator aksi unjuk rasa di Kejaksaan Negeri Magelang 22 Mei lalu. "Sekali lagi saya mohon maaf atas perkataan saya yang tidak sengaja dan khilaf," pintanya.

Jhonny juga menyatakan siap menerima hukuman dari para kiai dan santri atas kekhilafannya itu. "Saya juga siap menerima hasil sidang kode etik Polda Jateng. Hukuman administrasi sudah saya terima dengan melaksanakan serah terima jabatan Kapolresta Magelang, dan saat ini saya menjadi perwira menunggu tugas di Polda Jateng," katanya.

Dia berharap semua umat Islam mau memaafkan kesalahannya, serta jangan terpancing dan mudah dipengaruhi sekelompok oknum yang mempunyai kepentingan tertentu di balik kejadian ini. "Saya menginginkan Kota Magelang tetap kondusif seperti biasanya," ujarnya sambil menambahkan, bentuk hukuman lain yang sudah diterimanya adalah ditolak menjadi Kapolres Batang.

Akui Kesalahan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Magelang Drs H Ismudijono menerangkan, secara pribadi maupun kelembagaan AKBP Jhonny Siahaan telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya kepada para kiai dan umat Islam.

Menurutnya, agama Islam mengajarkan kepada seluruh umatnya agar memberikan maaf kepada orang yang sudah meminta maaf serta mengakui kesalahannya.

"MUI Kota Magelang juga telah mengirimkan surat kepada MUI Jateng, MUI Kabupaten Batang dengan tembusan kepada MUI Pusat. Intinya, sudah tidak ada lagi masalah dengan AKBP Drs Jhonny Siahaan SH MH baik secara pribadi maupun kelembagaan," tandasnya.

Pimpinan Ponpes Al-Ikhsan, KH Mukhlas menerangkan, Jhonny berkata begitu mungkin karena tidak tahu, dan dia dengan ikhlas sudah minta maaf.

"Kita sebagai umat beragama alangkah baiknya saling memaafkan. Allah pun Maha Pemaaf, masak kita sebagai umatNya tidak memberikan maaf," ujarnya. (P60-39d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA