| Jumat, 23 Juni 2006 | INTERNASIONAL |
Iran Tepis Ancaman Presiden BushTEHERAN - Iran menepis ancaman Presiden Amerika Serikat George W Bush untuk menerima usulan insentif dari Barat kalau tidak ingin menghadapi aksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. ''Acuan Bush tidak dapat diterima dan juga tidak sejalan dengan kerja sama kami dengan Eropa,'' kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hamid Reza Assefi kepada kantor berita mahasiswa Iran ISNA, kemarin. Bush di New York Senin lalu mengultimatum Iran. Dia menyatakan, jika pemimpin Iran menolak tawaran Barat akan ada tindakan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, pengucilan dari pergaulan dunia, dan sanksi lebih keras di bidang politik dan ekonom. ''Tidak ada tenggat atau ancaman dalam usul itu dan bila pun ada, Iran tidak akan menerimanya,'' kata Assefi. Dia lebih lanjut menyatakan, sengketa nuklir itu hanya dapat diselesaikan lewat nalar dan kebijaksanaan, bukan melalui gembar-gembor. ''Usul itu masih dikaji para pakar. Kemajuannya bagus, tetapi kapan Iran menjawab masih belum dapat diterka,'' kata dia. Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad Rabu lalu menyatakan Teheran akan menjawab seruan Barat untuk membekukan kegiatan peka nuklirnya pada 22 Agustus, kendati Barat memberikan batas waktu sampai akhir Juni. Sementara itu Sekjen PBB Kofi Annan, kemarin, mengatakan Menlu Iran Manouchehr Mottaki mengemukakan kepadanya bahwa Teheran mempertimbangkan dengan serius satu tawaran insentif yang bertujuan mengakhiri pertikaian menyangkut program nuklirnya. ''Mereka mempertimbangkan paket-paket itu dengan sangat serius,'' kata Annan dalam jumpa wartawan di Jenewa setelah berunding dengan Mottaki.(bbc-gn-26) |