| Rabu, 21 Juni 2006 | SALA |
Ratusan Guru SD Terlilit Kredit MacetWONOGIRI- Sekitar 150 guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, belakangan ini dilanda keresahan karena terlilit kredit macet Rp 2,1 miliar. Padahal, mereka merasa tidak pernah punya pinjaman. Kalaupun punya pinjaman, berjumlah tidak sebesar angka yang tertagih sekarang. Para guru yang tidak merasa punya pinjaman dan diduga namanya disalahgunakan untuk pengajuan kredit, memberanikan diri mengadukan nasibnya ke wakil rakyat. Mereka menulis surat yang ditandatangani secara kolektif dan diajukan ke DPRD Wonogiri. Dalam suratnya, mereka menyatakan tidak merasa punya utang. Namun tahu-tahu gajinya dipotong dengan alasan memiliki kewajiban mengangsur pinjaman. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Drs Bambang Eko Sarwono MM didampingi Kabag TU Ismiyanto SH, Selasa (20/6) menyatakan persoalan itu telah dibahas bersama di Kantor Cabang Kecamatan Baturetno. Dinas Pendidikan menghadirkan empat orang yang disebut-sebut sebagai pihak penanggung. Dalam pertemuan itu terungkap empat orang yang diduga sebagai pemohon pinjaman dengan memakai nama-nama guru SD di Kecamatan Baturetno. Mereka yakni Tri Mulyati, staf di Dinas Cabang Pendidikan Kecamatan Baturetno serta tiga guru SD Baturetno bernama Sudiyati, Suratmi, dan Tri Mahanani. Pinjam Nama Mereka meminjam uang dengan memakai nama 150 orang guru SD di Kecamatan Baturetno. Selanjutnya mereka mengajukan kredit ke Bank Pasar Kabupaten Sukoharjo dan ke BPR Giri Suka Dana Wonogiri. Jumlah kredit dari kedua bank itu Rp 2,172 miliar lebih, yang sekarang dalam kondisi macet karena tidak diangsur cicilannya. Keempat pemohon pinjaman itu mengungkapkan, mereka tidak sepenuhnya menyalahgunakan nama-nama guru untuk mengajukan pinjaman ke bank. (P27-67s) |