| Rabu, 21 Juni 2006 | SALA |
Puskom UNS Antisipasi Serangan HackerKARANGASEM- Pusat Komputer (Puskom) UNS yakin data pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB) online bebas serangan hacker. Pihaknya sudah menyiapkan perlengkapan untuk mengamankan komunikasi data yang terhubung dengan semua sekolah peserta PSB online. ''Masyarakat tak perlu khawatir. Kami optimistis data hasil PSB bebas dari serangan hacker. Kalaupun kena, kemungkinan yang terpengaruh hanya tampilan. Datanya kami yakin aman,'' ujar Kepala Puskom UNS, Dr Sutanto SSi DEA, dalam pertemuan dengan Komisi IV DPRD. Dalam pertemuan yang dihadiri Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dan Indosat Cabang Surakarta tersebut, Sutanto menyatakan sudah melakukan berbagai persiapan. Termasuk mengecek komputer di sekolah-sekolah. Untuk SMAN, hanya tinggal SMA 5 dan SMA 6 yang belum memiliki jaringan internet. ''Tetapi tidak ada persoalan, tinggal menambahkan modem dengan biaya Rp 50.000.'' Untuk kelancaran komunikasi data, pihaknya menyiapkan 12 itelepon. Sembilan line untuk komunikasi data dan tiga lainnya untuk call centre. ''Saya yakin sudah mencukupi. Hanya, untuk sekolah favorit yang pendaftarnya berjubel mungkin terbebani pulsa untuk pengiriman data. Sebab, komunikasi data terhubung terus-menerus.'' Meskipun demikian, Puskom telah menyiapkan tujuh orang pendamping dilengkapi dengan laptop dan telepon selular. Mereka bertugas secara khusus memantau sekolah-sekolah yang menghadapi masalah jaringan. ''Jadi, begitu ada masalah maka petugas langsung bergerak untuk menghandle dengan perlengkapan yang ada.'' Peroleh Kemudahan Terkait kerja sama Indosat, dia menyatakan sudah terjalin sejak 2003. ''Kami memperoleh kemudahan, karena tidak dibebani target pemasukan, berbeda dari operator lain. Bahkan kami memperoleh fasilitas short number 3011 untuk memudahkan akses data. Untuk akses data melalui SMS akan menggunakan tarif minimal Rp 500/SMS. Harga tersebut Rp 350 untuk biaya SMS dan sisanya dibagi dua untuk Indosat Cabang Surakarta dan Puskom, termasuk biaya sewa server,'' paparnya. Samsul Bachtiar dari Indosat mengakui, secara ekonomis kerja sama dengan UNS adalah rugi. ''Namun hal ini komitmen kami untuk memajukan dunia pendidikan. Kami juga tidak menentukan target pemasukan per bulan. Indosat juga akan bersosialisasi lewat broadcast Indosat kepada para pelanggan. Diharapkan melalui sosialisasi, masyarakat semakin paham tentang PSB online,'' urainya. Anggota Komisi IV DPRD, Reni Widyawati meminta Dikpora mengantisipasi pasca-PSB. ''Biasanya setelah PSB rampung, sekolah menyampaikan pernyataan tertulis bagi siswa untuk membayar berbagai pungutan. Kalau tidak bisa membayar, dicoret. Ini harus disikapi secara serius, karena bisa menyulitkan siswa tidak mampu yang diterima di sekolah tersebut,'' tegasnya. (G10-50s) |