logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Juni 2006 SALA
Line

Soal Kios Pasar Mangkrak

Pemkab Diminta Berani Turunkan Harga

BOYOLALI- Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Saptoto meminta pada Pemkab Boyolali agar berani menurunkan harga kios Pasar Pengging, Kecamatan Banyudono. Hanya dengan menurunkan harga, kios bisa laku dan diminati pedagang atau masyarakat kecil.

Selama harga tidak diturunkan maka kios tidak laku, sehingga akan mubazir. ''Karena itu, jalan terbaik untuk bisa memfungsikan kios hanya dengan cara menurunkan harga,'' tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, puluhan kios Pasar Pengging, Kecamatan Banyudono, sejak dibangun pada 2004 mangkrak. Hal itu disebabkan harga kios terlalu mahal, sehingga tidak bisa terjangkau oleh pedagang. Semula kios yang berukuran 4 x 5 m2 harganya mencapai Rp 45 juta dan diturunkan menjadi Rp 25 juta. Penurunan harga dinilai masih kurang, sehingga sekitar 50 buah kios mangkrak (SM, 19/6).

Saptoto mengatakan, pembangunan Pasar Pengging di satu sisi menjadi lebih baik dan mampu mengubah suasana di sekitarnya. Namun, di sisi lain justru membuat sebagian pedagang kesulitan mendapatkan tempat. Terbukti, setelah pasar dibangun sebagian pedagang tidak mendapatkan tempat, karena harga kios terlalu tinggi.

Pembangunan pasar yang menelan biaya sekitar Rp 8 miliar itu memang sudah mendapat persetujuan Dewan. Pertimbangannya, Pasar Pengging tidak layak dipertahankan lagi, sehingga perlu dibangun.

Meski demikian, Dewan berharap pembangunan pasar jangan mematikan sumber penghidupan pedagang. Idealnya, pembangunan pasar harus meningkatkan penghasilan pedagang.

Sementara itu, Kasubag Perencana dan Pengendali Dinas Pasar Drs Suratno mengatakan, dari hasil penelitian dan kajian, kios Pasar Pengging memang kesulitan dijual. Hal itu bukan semata-tama mahalnya harga kios, melainkan juga berkait letak atau posisinya. (shj-67s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA