| Rabu, 21 Juni 2006 | SALA |
10.000 Rumah Kumuh Akan Diperbaiki
SEMANGGI- Wali Kota Joko Widodo menargetkan 10.000 dari 14.000 rumah tidak layak huni yang ada di Solo mendapatkan bantuan rehabilitasi dari Pemkot Surakarta hingga akhir masa jabatannya. Paling tidak setiap tahun akan dialokasikan bantuan untuk 2.000 rumah kumuh masing-masing senilai Rp 2 juta. ''Karena rumah termasuk basic need (kebutuhan dasar), saya menargetkan minimal 2.000 rumah tidak layak huni di Solo bisa mendapatkan bantuan perbaikan. Dengan demikian, lima tahun ke depan sudah ada 10.000 rumah yang diperbaiki,'' katanya, di sela-sela pemberian bantuan perbaikan rumah kumuh di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon. Bantuan yang bersumber dari APBD 2006 itu diserahkan kepada 75 pemilik rumah kumuh di 10 RW di Kelurahan Semanggi. Antara lain tiga rumah di RW 1, 2, dan 3 masing-masing satu rumah; RW 4 (15 rumah), RW 5 dan RW 10 masing-masing sembilan rumah, RW 14 (dua), RW 15 (lima rumah), RW 21 (tujuh), dan RW 23 (23 rumah). ''Karena pemetaannya disesuaikan dengan kondisi rumah, bantuan tidak bisa diberikan kepada rumah-rumah yang ada di satu blok. Bisa jadi rumah di satu RW itu kondisinya berlainan, meski berdampingan,'' kata Kepala Dinas Kesejahteraan Rakyat dan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (DKRPP KB), Drs Suwardi. Bantuan yang diberikan berbentuk material, dengan jumlah total 23 truk, terdiri atas 23.000 bata merah, 5.000 genteng press, 16 truk pasir, 200 sak semen, serta besi, kayu, dan tripleks. ''Bantuan yang kami berikan diwujudkan dalam bentuk material, kalau ada sisa anggaran nanti akan dikembalikan kepada masyarakat setempat melalui panitia,'' papar Wali Kota. Ada lima kriteria rumah yang diperbaiki, yakni pemilik merupakan warga asli Solo dibuktikan dengan KTP/KK, status tanah hak milik/HGB, kondisi rumah tidak layak huni, keluarga yang bersangkutan tergolong tidak mampu, dan rumah ditempati sendiri. Selain itu, program perbaikan rumah kumuh itu disinergikan dengan program padat karya bantuan APBN 2006 sekitar Rp 150 juta. Kasubdin Bina Program pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Ir Yob S Nugroho menguraikan, program padat karya itu berupa perbaikan jalan kampung dengan pengecoran semen pasir sepanjang 200 meter, lebar satu meter, tebal 10 cm. Juga pembuatan saluran di empat lokasi, masing-masing sepanjang 52,5 meter serta pengerukan walet 200 meter. ''Program itu bisa menyerap 80 orang per hari selama 75 hari. Setiap hari waktu bekerja empat jam, dengan upah Rp 15.000/hari. Program ini sekaligus untuk memberdayakan warga setempat, karena dikerjakan tenaga non-skill, pengerjaannya akan diawasi personel dari DPU,'' tambahnya. Adapun perincian penggunaan bantuan Rp 150 juta itu antara lain Rp 90 juta (upah), Rp 26 juta (material), Rp 4 juta (peralatan), dan sisanya untk administrasi. (G13-50s) |