logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Juni 2006 PANTURA
Line

Pertama di Indonesia

Belanja di Mal Berhadiah Bus

BANYAK cara pengusaha swalayan menarik pengunjung untuk berbelanja. Salah satunya menyediakan hadiah bernilai puluhan sampai ratusan juta rupiah.

Cara tersebut kini tengah gencar dikampanyekan pemilik Dedy Jaya Grup, H Muhadi Setia Budi. Hadiah yang disediakan tak tanggung-tanggung yakni berupa satu unit bus, tiga motor, televisi, kulkas, dan hadiah menarik lain.

Menurut Muhadi, hadiah bernilai besar untuk pemenang kupon belanja, bukan sekadar janji. Dia memampangkan bus hadiah itu dengan cara diparkir di depan swalayannya di Jl AR Hakim 16, Kota Tegal. Siapa pun yang akan belanja, pasti akan melihatnya. ''Saya memang sengaja memperlihatkan kepada masyarakat, hadiah bus tersebut sudah siap untuk diundi,'' paparnya, kemarin.

Didampingi Manajer Plaza Dedy Jaya, Agus Solahudin, Muhadi mengatakan, persaingan usaha eceran di Kota Tegal, sudah begitu ketat. Beberapa di antaranya, setiap tahun hampir menyediakan hadiah besar.

Dia pun kemudian berpikir, dengan tiga swalayan miliknya, yang berada di Brebes, Ketanggungan (Brebes), dan Kota Tegal, pembelinya perlu dirangsang dengan hadiah menarik pula. Mengapa hadiahnya berupa bus? Karena dirinya berangkat dari usaha otobus.

Siapa yang nanti mendapat hadiah, lanjut dia, bisa membawa pulang atau dijual. ''Kalau tidak saya siap membeli hadiah itu. Atau dititipkan ke PO saya dengan sistem bagi hasil,'' ujarnya.

Diakui, tawaran hadiah bus memang cukup mendongkrak omzet penjualan di swalayannya. Sejak diperkenalkan kepada masyarakat 27 Mei 2006, di tiga swalayannya tersebut, pembelinya naik sampai 20 persen.

''Mudah-mudahan omzet penjualan itu terus naik di masa mendatang,'' ujarnya, tanpa menyebut berapa omzet sebenarnya.

Untuk bisa mengikuti undian hadiah bus, nilai kelipatan belanja Rp 25 ribu mendapat selembar kupon. Undian akan berlaku sampai 26 Mei 2007. Untuk menarik pembeli, pengusaha asal Desa Cimohong Kecamatan Bulakamba, Brebes itu, sengaja memutar bus dari satu swalayan ke swalayan lain. Satu minggu, berada di Plaza Kota Tegal, kemudian pindah ke Brebes, dan pindah lagi ke Ketanggungan.

Bebicara soal bisnis eceran, lelaki yang memiliki banyak usaha itu mengatakan, pada awal berdirinya Plaza Dedy Jaya di Tegal enam tahun lalu, sebenarnya sudah berkembang cukup pesat. Namun belakangan, karena bermunculan mal baru, dia harus membuat banyak terobosan.

Terlebih, beban operasional jenset untuk tenaga listrik makin berat. ''Belum lagi untuk membayar karyawan dan pekerjanya. Kalau kita tidak pandai bisa gulung tikar,'' ujarnya.

Dia mengaku, hadiah bus yang disediakan sudah diperhitungkan secara matang, tidak akan mengganggu kelancaran usahanya.

Bahkan, karena langkah pertama di Indonesia, dia berharap akan menarik perhatian orang untuk belanja di swalayannya. (Wahidin Soedja-54)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA