| Rabu, 21 Juni 2006 | PANTURA |
SLT Susulan di Sambiroto Diselewengkan
KAJEN- Pencairan dana subsidi langsung tunai (SLT) di Desa Sambiroto, Kajen,diselewengkan. Dana itu dicairkan orang yang tidak sesuai nama yang tercantum dalam kartu kompensasi BBM (KKB) melalui surat pengantar yang dibuat kades. Puluhan warga sempat mendatangi kecamatan untuk minta penjelasan. Setelah itu warga mendatangi Polsek Kajen dan melaporkan kasus tersebut. Didik Supriyadi (40), salah seorang warga, mengatakan pada suatu ketika dia dipanggil Kades Sambiroto. ''Saya katanya akan menerima dana SLT dan diminta menandatangani sebuah surat,'' paparnya. Surat itu ternyata pengantar dari kades yang menguasakan pengambilan SLT dengan dilampiri KKB untuk mencairkan SLT di Kantor Pos. ''Setelah menerima dana Rp 600.000, kemudian Pak Kades minta, namun karena uang sudah dipakai saya hanya bisa memberi Rp 100.000,'' ungkapnya. Trido Basuki, warga yang lain, menandaskan dirinya dan beberapa warga mengaku curiga kemudian melihat KKB yang dicairkan Didik. Ternyata KKB itu atas nama Tumayah yang tidak ada hubungan keluarga dengan dirinya. Tumayah sendiri kepada Suara Merdeka mengaku tidak tahu jika dirinya menerima SLT, karena tak pernah diberitahu baik oleh petugas BPS maupun desa. ''Saya baru tahu kalau SLT dicairkan orang lain, sepeserpun saya tak menerima uangnya,'' paparnya seusai melaporkan ke polisi. Orang Lain Dari penulusuran di lapangan, ternyata ada beberapa warga yang mengaku mencairkan SLT atas nama orang lain di antaranya Kasmoyo, Tirto, Bibit, Nur , dan Sanoto. Mereka mencairkan KKB milik Yamin, Temu, Yuli, Eko dan Wujud Diono. Semuanya dengan menggunakan surat pengantar dari kepala desa. Uang yang dicairkan selanjutnya dibagi dengan kades dengan jumlah bervariasi. Bahkan, Bibit kepada polisi mengaku hanya mengambilkan, sedangkan uangnya sebanyak Rp 600.000 diminta Kades semuanya. Sekretaris Desa Sambiroto Sardini saat dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin (20/6) mengaku tidak tahu soal penyaluran SLT susulan. Sebab, semuanya ditangani sendiri Kepala Desa Budi Satoto. Saat ditanya keberadaan kades, dia mengaku juga tidak tahu ''Sudah seminggu lebih Pak Kades tidak masuk kantor tanpa pemberitahuan,'' paparnya. Ketika dicari ke rumahnya, kemarin, Budi Satoto juga tidak ada di rumahnya. ''Saya beberapa hari juga mencari Pak Kades untuk minta penjelasan tentang SLT, namun tidak pernah ketemu. Tadi (kemarin) saya cari ke rumahnya juga tidak ada,'' ujar Kasi Trantib Kajen, T Warno Edy.(G16-19) |